Peneliti dari Keele University menemukan para relawan mampu menahan rasa sakitnya ketika mereka mengumpat. Dr Richard Stephens, kepala peneliti itu menggambarkan, makian atau sumpah menyumpah telah menjadi bahasa umum di seluruh dunia.
"Mengumpat adalah bahasa yang paling emosional dan itu dialami oleh seluruh orang di dunia dalam beragam bahasanya," ujar Stephen seperti dilansir dari Ananova, Selasa (14/7/2009).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal NeuroReport itu menguji 64 pelajar yang diminta menahan rasa sakitnya ketika tangannya dicelupkan dalam air es yang sangat dingin.
Hasilnya, pelajar yang mengeluarkan umpatan bisa lebih tahan dari dinginnya sakit di air es selama 40 detik lebih lama ketimbang yang tidak mengumpat. Pelajar yang mengumpat juga ternyata bisa sedikit mengalahkan rasa sakit itu ketimbang hanya diam saja.
Jadi boleh-boleh saja Anda mengumpat ketika sakit, asal bukan umpatan yang bikin masalah dengan orang lain.












































