Senin, 24 Agu 2009 11:27 WIB

Bau Mulut Saat Puasa

- detikHealth
Jakarta - Bau mulut selama puasa sering menimbulkan ketidaknyamanan. Bau mulut selama puasa yang sering dijuluki bau surga itu memang wajar terjadi karena ketika puasa produksi ludah (kelenjar saliva) menurun ditambah kondisi saluran pencernaan yang kosong.

Produksi saliva yang menurun ini membuat mulut kering padahal saliva berfungsi membasahi dan membersihkan rongga mulut serta membunuh bakteri patogen.

"Tapi bau mulut juga bisa karena adanya masalah gangguan pencernaan di lambung atau ada penyakit kronis. Tapi sebagian besar bau mulut disebabkan oleh sisa makanan yang tertinggal, gigi berlubang dan gusi yang sakit," kata Dr Tri Erri Astoeti drg. Mkes ketika dihubungi detikHealth, Senin (24/8/2009).

Bau mulut atau halitosis ini menurut Dr Tri sebagian besar karena terlambat membersihkan gigi. Padahal setelah 2 menit mengunyah makanan karbohidrat saja mulut akan berubah menjadi asam. Setelah 30 menit jika terus dibiarkan tanpa diselingi minum atau kumur-kumur berpeluang menjadi plak.

Diakui Dr Tri tanpa disadari seringkali seseorang merasa sudah cukup dengan gosok gigi seadanya. Tapi banyak kasus yang terjadi gosok gigi tersebut tidak sempurna sehinga masih ada sisa makanan yang tertinggal.

"Sisa makanan yang tertinggal ini yang lama-lama menjadi plak dan membuat mulut bau," katanya.

Untuk mencegah bau mulut yang berlebihan selama puasa, Dr Tri menyarankan agar cerdik memilih makanan ketika sahur. Kurangi makanan manis yang bisa mempercepat mulut menjadi asam atau makanan yang beroma keras seperti petai.

Tips mengurangi baru mulut selama puasa:
  1. Segera sikat gigi setelah makan sahur karena setelah 2 menit sisa makanan yang menempel di mulut dengan cepat menjadi asam.
  2. Sikat gigi yang baik tidak usah cepat-cepat tapi menyeluruh untuk memperkecil risiko makanan yang tertinggal.
  3. Kurangi makanan manis atau karbohidrat tinggi karena akan mempercepat metabolisme mulut menjadi asam.
  4. Gunakan saat berwudhu untuk berkumur-kumur agar menetralisir tingkat asam di mulut.
  5. Setelah sikat gigi jika memungkinkan bisa memakai obat kumur tapi ini hanya faktor untuk membantu karena yang utama adalah menyikat gigi dengan tuntas.

"Jika menerapkan pola-pola di atas seharusnya bau mulut bisa berkurang, jika bau mulut sangat tajam bisa juga karena faktor lambung, mengkonsumsi obat atau ada gangguan kronis yang sebaiknya diperiksa dulu penyebabnya," pungkasnya.

Rekomendasi Obat


(ir/ir)