Produksi saliva yang menurun ini membuat mulut kering padahal saliva berfungsi membasahi dan membersihkan rongga mulut serta membunuh bakteri patogen.
"Tapi bau mulut juga bisa karena adanya masalah gangguan pencernaan di lambung atau ada penyakit kronis. Tapi sebagian besar bau mulut disebabkan oleh sisa makanan yang tertinggal, gigi berlubang dan gusi yang sakit," kata Dr Tri Erri Astoeti drg. Mkes ketika dihubungi detikHealth, Senin (24/8/2009).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakui Dr Tri tanpa disadari seringkali seseorang merasa sudah cukup dengan gosok gigi seadanya. Tapi banyak kasus yang terjadi gosok gigi tersebut tidak sempurna sehinga masih ada sisa makanan yang tertinggal.
"Sisa makanan yang tertinggal ini yang lama-lama menjadi plak dan membuat mulut bau," katanya.
Untuk mencegah bau mulut yang berlebihan selama puasa, Dr Tri menyarankan agar cerdik memilih makanan ketika sahur. Kurangi makanan manis yang bisa mempercepat mulut menjadi asam atau makanan yang beroma keras seperti petai.
Tips mengurangi baru mulut selama puasa:
- Segera sikat gigi setelah makan sahur karena setelah 2 menit sisa makanan yang menempel di mulut dengan cepat menjadi asam.
- Sikat gigi yang baik tidak usah cepat-cepat tapi menyeluruh untuk memperkecil risiko makanan yang tertinggal.
- Kurangi makanan manis atau karbohidrat tinggi karena akan mempercepat metabolisme mulut menjadi asam.
- Gunakan saat berwudhu untuk berkumur-kumur agar menetralisir tingkat asam di mulut.
- Setelah sikat gigi jika memungkinkan bisa memakai obat kumur tapi ini hanya faktor untuk membantu karena yang utama adalah menyikat gigi dengan tuntas.
"Jika menerapkan pola-pola di atas seharusnya bau mulut bisa berkurang, jika bau mulut sangat tajam bisa juga karena faktor lambung, mengkonsumsi obat atau ada gangguan kronis yang sebaiknya diperiksa dulu penyebabnya," pungkasnya.












































