”Ini biasanya terjadi karena adanya perilaku balas dendam saat setelah puasa, sehingga ingin melampiaskan makan yang telah dipendam sepanjang hari,” ujar DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc, seorang ahli gizi saat dihubungi detikHealth, Senin (21/9/2009).
Saptawati menambahkan akibat perilaku balas dendam tersebut porsi dan frekuensi makan menjadi tidak terkontrol dan masyarakat lebih banyak mengonsumsi makanan yang enak yaitu makanan yang tinggi lemak dan garam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
”Agar berat badan kembali normal dalam pengertian jadwal makan kembali ke kondisi normal, maka tubuh perlu adaptasi kembali untuk mengatur rasa lapar dan kenyang seperti semula. Sehingga asupan kalori dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh untuk mencapai berat badan normal kembali,” ujar dokter yang biasa disapa Tati ini.
Berat badan yang bertambah tersebut mungkin tidak bisa langsung turun begitu saja. Dibutuhkan waktu agar bisa mendapatkan berat badan yang normal seperti dulu. Hal terpenting adalah bagaimana bisa mengukur berapa asupan karbohidrat, protein dan lemak yang dibutuhkan oleh tubuh, agar berat badannya tidak terus bertambah.
”Pada saat lebaran tidak perlu menghindari makanan tertentu, karena biasanya makanan-makanan khas tersebut hanya datang setahun sekali dan dilakukan selama 1 sampai 2 hari saja. Yang penting pada hari ketiga dan seterusnya diusahakan untuk kembali ke pola gizi seimbang,” tambah dokter dari Departemen Ahli Gizi FK-UI.
Jadi, jika berat badan Anda naik setelah puasa sebulan penuh, tidak ada salahnya untuk mengatur kembali asupan kalori untuk tubuh Anda. Agar bisa mendapatkan berat badan yang normal seperti dulu lagi.












































