Mengenal Ciri Pembohong Lewat Ekspresi

Mengenal Ciri Pembohong Lewat Ekspresi

- detikHealth
Kamis, 24 Sep 2009 15:08 WIB
Mengenal Ciri Pembohong Lewat Ekspresi
Jakarta - Kebanyakan dari kita sering tertipu dengan mimik muka serta ucapan seorang pembohong. Namun sebuah studi menemukan beberapa ciri yang sama pada pembohong di lebih dari 60 negara di dunia. Apa saja?

Mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak ternyata gampang-gampang susah. Terkadang kita sulit menentukan apakah itu fakta atau hanya rekayasa jika seorang pembohong berkata. Namun peneliti menemukan beberapa ciri yang bisa dijadikan petunjuk kebohongan seseorang.

Setelah melakukan tes online, peneliti dari Texas Christian University menemukan salah satu ciri kebohongan dari senyuman. Senyum yang keluar dari seorang pembohong akan tampak beda dengan senyum yang ikhlas dan sungguh-sungguh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang profesor psikologi dari UCSF dan pengarang buku Telling Lies, Paul Ekman pun mengembangkan satu cara untuk membedakan antara emosi yang sesungguhnya dengan emosi yang palsu atau pura-pura melalui otot-otot di wajah.

Melalui The Facial Action Coding System (FACS), ekspresi seseorang bisa diketahui dengan ekspresi yang disebut microexpressions. Meskipun senyum palsu dan senyum sungguh-sungguh menggunakan otot yang sama, namun senyum yang ikhlas dan sungguh-sungguh tercipta melalui otak yang sadar, sedangkan senyum yang palsu tidak.

Sebagai contoh, otot zygomaticus major sama-sama menarik pipi ke atas pada orang yang senyum, baik itu senyum palsu maupun sungguhan. Namun pada mereka yang senyum dengan ikhlas, bagian otak yang mengontrol emosi juga meningkatkan kerja otot orbicularis oculi dan pars orbitalis. Otot tersebut tidak hanya menarik pipi ke atas tapi juga alis.

"Kuncinya adalah melihat lipatan antara kelopak mata dan alis ketika tersenyum. Orang yang senyum dengan ikhlas dan sungguh-sungguh memiliki area lipatan yang menurun dan alis yang sedikit melengkung ke bawah. Memang sulit menerka mimik wajah tersebut jika belum ahli," ujar psikolog asal UC Santa Barbara, Bella DePaulo seperti dilansir Yourtango, Kamis (24/9/2009).

Pembohong juga bisa dikenali lewat gerakan tubuhnya. Berdasarkan Journal of Accounting yang dibuat oleh Joseph Wells dari Association of Certified Fraud Examiners, pembohong biasanya lebih banyak berkata-kata dan menunjukkan sikap gelisah. Bahkan menurut Joseph, pembohong biasanya menutup mulutnya ketika berbohong.

Menurut peneliti di University of Texas, pembohong juga lebih banyak komplain, sering berganti-ganti pilihan kata, dan cenderung menggunakan referensi orang ketiga dibanding dirinya sendiri. Mereka juga mengeluarkan emosi negatif seperti marah, frustasi atau takut.

Dalam studi yang dipublikasikan Neuroreport, berbohong ternyata ada hubungannya dengan waktu. Studi mengatakan bahwa seseorang sudah berbohong sejak usia 4 atau 5 tahun. Jadi ketika kecil sudah mulai berbohong kemungkinan besarnya akan jadi pembohong juga.

Rekomendasi Obat


(fah/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads