Hal itu disampaikan oleh Dr. Andi Muhaidin, Direktur Sepimkesma Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan ( PP&PL) dalam acara Seminar Permasalahan Hepatitis C di Indonesia yang digelar di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa (29/9/2009). Pada kesempatan itu juga dilakukan serah terima program pendataan Hepatitis C Nasional dari PT Roche Indonesia kepada Departemen Kesehatan Indonesia.
"Entah kenapa hal itu bisa terjadi, tapi hasil survei kami di lapangan berdasarkan kategori profesi menunjukkan seperti itu," ujar Andi. Menanggapi data yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Dr. Unggul Budihusodo, SpPD-KGEH pun belum bisa menjelaskan sepenuhnya fakta tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah pegawai swasta yang lebih banyak daripada pegawai negeri pun mungkin bisa menjelaskan fakta di lapangan tersebut. "Tapi yang pasti, negara yang prevalensi Hepatitis C-nya tinggi menjadi penduduknya saja kita sudah berisiko," ujar Unggul.
Risiko Lainnya yang patut diwaspadai yaitu pada kelompok laki-laki. Menurut data Depkes RI, risiko terkena Hepatitis C pada laki-laki adalah 83 persen, sedangkan wanita hanya sekitar 17 persen.
"Sampai sekarang belum bisa dijelaskan kenapa, tapi kemungkinan karena laki-laki relatif lebih 'aktif' atau 'jajan' kemana-mana. Tapi jelas kalau risiko tertular pada lelaki lebih tinggi. Wanita beruntung karena sedikit yang kena tapi banyak yang sembuh. Kalau lelaki, banyak yang kena tapi susah sembuhnya. Jadi beruntunglah yang jadi wanita," ujar Unggul.
Hepatitis C merupakan salah satu jenis infeksi virus pada hati yang mengakibatkan peradangan dan kerusakan hati dan jika sudah parah bisa berujung pada kerusakan hati, sirosis (pengerasan) hati, kanker hati dan kematian.
Biasanya umur penyakitnya sekitar 20 hingga 30 tahun. Namun karena penyakit ini tidak menujukkan gejala fisik, maka kebanyakan penderita tidak sadar dirinya terkena Hepatitis C. Tiba-tiba setelah dicek ke dokter sudah dalam kondisi kronis, akut bahkan sirosis. Kalau sudah begitu harapan hidupnya biasanya kurang dari 1 tahun.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 170 juta orang terinfeksi Virus Hepatitis C (VHC). Dibanding negara-negara Eropa, Afrika dan Amerika, negara di Asia Tenggara lebih banyak yang terinfeksi yaitu sekitar 32,3 persen dari total penduduk dunia.
Di Indonesia sendiri diperkirakan ada 7 juta orang yang mengidap virus ini, namun hingga kini belum ada vaksin yang bisa mencegah penularannya karena sifat virusnya yang sangat mudah bermutasi.











































