Anak muda akan memilih teman sesuai dengan bagaimana citra atau image yang diperoleh dirinya dari orang lain, terlepas dari apakah anak muda itu benar-benar memenuhi citra yang diberikan orang lain atau tidak.
"Orang muda menganggap dirinya sebagai faktor yang penting dalam sebuah pertemanan. Tapi terkadang pertemanan ini bisa mengarahkan seseorang ke arah yang negatif seperti laki-laki menjadi liar atau perempuan menjadi depresi," ujar Maarten Selfhout, seorang peneliti dari Belanda, seperti dikutip dari ScienceDaily, Jumat (31/10/2009).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang muda cenderung mencari teman yang mirip dengan dirinya sendiri, seperti mencari kesamaan dalam kepribadian. Orang yang menganggap dirinya bersikap ramah dan terbuka (extrovert) akan mencari teman yang berkarakter seperti ini. Selain itu faktor musik juga memainkan peranan yang penting, orang akan cenderung berteman dengan yang memiliki selera musik sama sehingga bisa saling berbagi.
Selfhout tidak hanya menyelidiki bagaimana perkembangan dari pertemanan, tapi juga bagaimana pengaruh pertemanan itu sendiri pada orang-orang muda. Ternyata pertemanan memiliki pengaruh yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Hasil penelitian didapatkan bahwa perilaku kriminal atau kekerasan pada laki-laki akan meningkat jika berteman dengan orang yang bermasalah dengan perilakunya, karena laki-laki cenderung lebih mudah untuk dipengaruhi dan memiliki rasa kesetiakawanan yang besar.
Sedangkan perempuan lebih berisiko terkena depresi jika mengalami pertemanan dengan kualitas yang rendah, karena perempuan cenderung menggunakan perasaan dalam setiap hal.
Namun, pengaruh-pengaruh tersebut tidak saling mempengaruhi antara laki-laki dan perempuan. Lalu bagaimana dengan Anda? Apa yang dicari dan ditemukan dalam pertemanan Anda?












































