Ketika bagian atas jantung (myocardium) tidak menerima asupan darah dan dinding bagian kiri tidak punya suplai darah, timbul rasa nyeri di dada. Sakit dada yang berasal dari jantung disebut juga dengan angina. Umumnya terjadi di bagian tengah dada, tepatnya di bagian tulang dada tapi bisa merambat ke bagian leher hingga lengan.
Mereka yang nyeri dada akibat sakit jantung akan merasa sangat berat ketika bernafas atau merasa seperti ada orang yang mengikat bagian dadanya. Gejala ini memang sangat umum terjadi pada penderita penyakit jantung, tapi mereka yang tidak punya riwayat penyakit itu pun sebaiknya waspada bila timbul rasa nyeri di dada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1.Infeksi paru-paru
Penyakit akibat infeksi paru-paru bisa pneumonia atau bahkan flu. Infeksi ini sering menimbulkan gejala sakit dada yang dikenal dengan pleuritic chest pain. Gejalanya hanya terjadi di satu sisi paru-paru dan terasa sangat tajam dan menusuk, apalagi ketika mengambil nafas dalam-dalam.
Gejala ini juga bisa terjadi ketika ada gumpalan dalam paru-paru yang dikenal dengan pulmonary embolus. Gejala ini bisa mengakibatkan susah bernafas dan kekurangan oksigen. Biasanya rasa nyeri dada akibat infeksi paru-paru datang hanya sesekali dan tidak konsisten.
2. Nyeri otot dada
Nyeri pada bagian otot dada diakibatkan adanya inflamasi (peradangan) pada sendi-sendi antara tulang rusuk dan tulang rawan. Sakit dada jenis ini biasanya terjadi terus menerus dan akan terasa semakin parah ketika bergerak, batuk atau bersin.
Tidak sama dengan penyebab sakit dada lainnya, nyeri pada otot dada bisa ditimbulkan sendiri dengan cara menekan bagian dada yang sakit.
3. Penyakit lainnya
Jika Anda merasa tidak memiliki semua penyakit itu tapi terkadang sering mengalami nyeri di dada, mungkin Anda punya penyakit yang belum terdeteksi yang berasal dari liver, empedu, payudara atau bahkan perut. Rasa gelisah pun ternyata bisa memicu rasa sakit di dada.











































