"Hari apa ini? Siapa presiden kita?," tanya Alice pada Scott, seperti dilansir dari CNN, Kamis (5/11/2009).
Scott pun kemudian merasa ada yang salah dengan istrinya. Ia langsung menelepon 911 dan bertanya pada paramedis yang mengangkat teleponnya. "Setelah saya menceritakan kejadiannya, paramedis 911 mengatakan bahwa itu adalah gejala stroke dan menyarankan agar Alice segera dilarikan ke rumah sakit," jelas Scott.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama beberapa dekade, para dokter mencoba meneliti penyakit saraf langka yang biasa terjadi pada pasien di atas 50 tahun ini. Para ahli saraf menyebutkan, seseorang dengan penyakit TGA tahu siapa dirinya tapi tidak mampu mengingat kejadian terkini, dimana dan bagaimana kejadian itu berlangsung.
Penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun. Namun gejala TGA biasanya muncul setelah melakukan aktivitas berat, seperti berhubungan seks, olahraga berlebih, membenamkan diri langsung dalam air dingin atau panas, melakukan pekerjaan berat atau bahkan mengguncangkan kepala.
"Melakukan kegiatan berat secara tiba-tiba akan membuat aliran darah berubah dengan cepat dan signifikan. Hal ini akan mempengaruhi sistem saraf dalam otak yang tidak terbiasa mengalami shock," ujar Dr Louis Caplan, professor neurolog dari Harvard Medical School.
Ketika Alice tiba di rumah sakit, ia terus menanyakan apa yang terjadi dengan dirinya, dimana ia sekarang, sesekali mengeluarkan lelucon dan tiba-tiba menangis. "Seketika saya merasa merinding dan ketakutan. Ia bisa tertawa dan menangis di waktu yang hampir bersamaan," ujar Scott.
Sejam kemudian, dokter pun berkata, "Gejala yang dialami istri Anda memang langka tapi sering terjadi pada pasangan tua. Mungkin Anda terlalu terburu-buru saat melakukan seks," ujar Caplan yang merupakan pakar stroke dari the Beth Israel Deaconess Medical Center in Boston, Massachusetts.
Caplan mengatakan bahwa gejala TGA biasanya muncul setelah mencapai klimaks. Pasien yang memiliki penyakit migrain dan sakit kepala lebih mudah terkena TGA, terutama jika sakit kepala itu terjadi sebelum berhubungan seks.
"Saya ingat, malam sebelumnya Alice memang mengalami sakit kepala tapi tidak meminum obat apapun. Dan memang benar, esoknya setelah kami melakukan itu, ia tiba-tiba amnesia," ungkap Scott.
Para dokter dari Johns Hopkins University mengatakan bahwa gejala TGA yang muncul setelah melakukan seks diakibatkan oleh tekanan dalam pembuluh darah di otak yang memicu aliran darah ke otak terhambat dan menimbulkan amnesia.
"Jika aliran darah ke otak terhambat, maka kelenjar hippocampus yang berfungsi menyimpan dan memutar memori tidak akan berfungsi. Dan jika itu terjadi, seseorang tidak bisa mengingat informasi apapun yang masuk ke otaknya," jelas Caplan.
TGA biasanya hanya muncul sekali dalam seumur hidup, tapi ada juga yang berulang-ulang. Untuk menyembuhkannya, dibutuhkan obat yang bisa menstimulus dan memulihkan fungsi otak agar normal lagi. Namun biasanya gejala TGA akan hilang perlahan-lahan dan bertahap seiring berjalannya waktu.
Saat ini, Alice berusia 60 tahun dan sudah normal kembali. "Saya merasa beruntung karena tidak terjadi sesuatu yang buruk pada saya. Tapi sekarang saya lebih berhati-hati jika ingin melakukan seks, terutama ketika sedang sakit kepala. Jika sudah begitu, saya hanya bisa bilang pada Scott, maaf tapi kamu harus menunggu," ujar Alice.












































