Sebuah studi perbandingan dilakukan untuk memprediksi pengaruh jenis transportasi terhadap status kesehatan di London, Inggris dan Delhi, India pada tahun 2030.
Peneliti membandingkan antara orang yang menggunakan kendaraan dengan emisi karbon rendah, orang berjalan kaki dan bersepeda, serta kombinasi keduanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Efek itu 40 kali lebih besar di London dan 7 kali di Delhi. Efek kesehatan yang paling signifikan di London jika kebiasaan berjalan kaki dan bersepeda diterapkan adalah pengurangan penyakit jantung ischemic (10-19 persen), penyakit cerebrovaskular (18 persen), pikun (7-8 persen), kanker payudara (12-13 persen), serta pengurangan angka depresi dan kanker usus.
Sementara itu, di Delhi penyakit diabetes dan kanker paru-paru juga akan berkurang hingga 6-17 persen.
"Teknologi saat ini bisa menciptakan kendaraan rendah polutan dengan mengurangi emisi karbondioksida, tapi efek untuk kesehatannya tidak akan terlalu besar," ujar James Woodcock dari London School of Hygiene and Tropical Medicine seperti dikutip dari Healthday, Senin (30/11/2009).
Menurut James, masyarakat harus mengubah pola pikirnya dengan lebih aktif berjalan kaki atau bersepeda.
"Rasakanlah betapa enak dan nyamannya bersepeda atau berjalan kaki. Kurangilah ketertarikan akan kendaraan dan bergeraklah lebih aktif selama beraktivitas di kota," ujar James. (fah/ir)











































