Cukup dengan mengurangi protein dari daging, ikan atau kacang-kacangan, seseorang bisa berumur lebih panjang tanpa harus mengurangi kalori mati-matian. Studi yang dilakukan Dr Matthew Piper dari the Institute of Healthy Ageing di University College London membuktikannya.
Peneliti menggunakan monyet sebagai hewan percobaan. Berdasarkan studi itu, mengurangi kalori hingga 30 persen bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker serta meningkatkan umur hingga sepertiganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Manusia punya empat kali gen lebih banyak daripada lalat, tapi secara biologis mereka punya kesamaan. Jadi jika disamakan dengan manusia, tingkah dan efek biologisnya pun akan mirip-mirip," jelas Dr Pipper seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (4/12/2009).
Asam amino yang menjadi kunci di protein itu adalah metionin. Dengan mengurangi kadar metionin dari protein yang terdapat pada daging-dagingan dan kacang-kacangan, kemungkinan berumur panjang lebih besar.
Menurut Pipper, diet protein yang ekstrim tapi masih dalam batasan dan bukan malnutrisi, bisa menambah umur rata-rata orang Inggris sebesar 25 tahun, yang akhirnya membawa seseorang hingga umur 100 tahun.
"Memang tidak mudah mengatakan kurangi makan kacang dan daging untuk hidup panjang. Tapi intinya adalah bagaimana menyeimbangkan kadar protein itu," kata Dr Pipper.
Pesan kuncinya adalah, kurangi makanan bermetionin tinggi yang banyak terdapat pada daging dan kacang serta banyak-banyaklah makan sayur. Itulah kunci umur panjang, selain tetap berolahraga dan istirahat yang cukup (fah/ir)










































