Obat plasebo berfungsi dengan cara memberikan efek psikologis dan keyakinan untuk sembuh. Efek itu ternyata memiliki kekuatan lebih besar daripada efek bahan-bahan kimiawi dalam obat-obatan sesungguhnya.
Peneliti Amerika pernah sukses menggunakan obat plasebo dalam mengobati beberapa pasien psoriaris. Studi sebelumnya juga pernah menyebutkan bahwa efek plasebo berhasil menyembuhkan pasien lupus. Keberhasilan efek plasebo menangani penyakit psoriaris ini dipublikasikan dalamJournal Psychosomatic Medicine.
Penyakit psoriaris dipilih oleh peneliti sebagai bahan percobaan karena termasuk penyakit kronis yang berhubungan dengan sistem imun dan stres. Psoriaris disebabkan karena tubuh memproduksi sel-sel kulit yang berlebih sehingga kulit cepat mati dan menyebabkan rasa sakit. Penyakit ini menimpa sekitar 4 juta orang Amerika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Profesor Ader mengatakan bahwa efek plasebo tidak akan menolong pasien yang sedang dalam kondisi tidak sadar atau mengganti suatu bahan yang tidak dapat diproduksi tubuh. Contohnya, obat plasebo tidak bisa mengobati penyakit diabetes tipe 1 yang kekurangan hormon insulin.
Keberhasilan teknik plasebo dalam menangani penyakit psoriaris membuktikan bahwa obat yang sebenarnya kosong dan tidak mengandung zat kimia apapun bisa menangani penyakit kronis lainnya seperti asma dan multiple sclerosis.
Efek plasebo lebih menekankan faktor psikologis dan keyakinan untuk sembuh. Namun yang harus diperhatikan dalam penggunaan obat plasebo adalah dorongan psikologis yang harus dilakukan terus menerus.
Para peneliti pun setuju bahwa obat plasebo punya beberapa keuntungan dibanding obat asli karena:
- Mengurangi efek samping bahan kimia yang masuk ke tubuh
- Mengurangi risiko kecanduan obat atau keracunan
- Mengurangi biaya pengeluaran untuk penyembuhan penyakit karena harganya yang lebih murah










































