Perlukah Cek Kesehatan ke Luar Negeri?

Perlukah Cek Kesehatan ke Luar Negeri?

- detikHealth
Kamis, 21 Jan 2010 16:32 WIB
Perlukah Cek Kesehatan ke Luar Negeri?
Jakarta - Masyarakat kalangan atas banyak yang memilih ke luar negeri meski sekedar untuk cek kesehatan. Apakah ini pertanda rumah sakit lokal gagal memberikan fasilitas sebaik di luar negeri?

Memang banyak yang menyangsikan peralatan rumah sakit lokal. Tapi hal-hal ini lah yang kini mulai disadari rumah sakit lokal terutama rumah sakit swasta. Kini tak perlu lagi repot-repot ke luar negeri karena peralatan dan pelayanan di Indonesia sudah sama bagusnya.

Medical check up adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya berbagai penyakit di dalam tubuh sejak dini.

Karena jika suatu penyakit dapat ditemukan saat masih awal, maka biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan menjadi lebih murah serta peluang kesembuhannya semakin besar.

"Kebanyakan orang melakukan medical check up ke luar negeri karena bisa sambil berlibur, sambil bekerja dan yang lebih sering adalah karena faktor gengsi. Orang akan merasa lebih bergengsi serta menganggap mutunya lebih terjamin jika melakukan pemeriksaan di luar negeri," ujar Dr Yuliana, MARS, dalam acara media gathering 'Health Check Up: Mengapa Harus Ke Luar Negeri?', di RS Pondok Indah Jakarta, Kamis (21/1/2010).

Dr Yuliana menjelaskan pemeriksaan di luar negeri bisa saja tidak komprehensif karena terkadang terhambat oleh masalah bahasa. Seseorang tidak bisa menjelaskan dengan detail apa yang menjadi keluhannya pada dokter, akibatnya dokter tidak akan bisa menganalisis permasalahan pasiennya secara mendalam. Hal ini bisa saja menyebabkan adanya informasi yang hilang mengenai diri pasien.

"Kalau dibandingkan per paket medical check up mungkin rumah sakit di Indonesia harganya lebih mahal dibandingkan dengan di Malaysia atau Singapura, tapi jika dibandingkan dengan per itemnya maka pemeriksaan disini bisa jauh lebih murah," ujar dr Yanuar Herdianto.

dr Yanuar mencontohkan untuk pemeriksaan MSCT Cardiac di luar negeri biasanya tidak dilengkapi dengan kontras, sementara di sini menggunakan kontras sehingga dapat memvisualisasikan pembuluh darah di jantung dengan lebih jelas dan hasil pemeriksaannya lebih akurat. Sedangkan di luar negeri dokter hanya bisa menduga saja dan pasien akan dirujuk ke dokter spesialis, tentunya dengan harga yang lebih mahal.

"Biasanya jika melakukan medical check up di luar negeri yang menangani adalah dokter umum, radiografer atau paramedis. Sedangkan di sini pasien akan langsung ditangani oleh orang yang memang ahli dibidangnya seperti dokter spesialis dan ahli radiologi, sehingga pasien bisa menjadi lebih puas dan yakin," ujar Dr Yuli selaku Head of Executive Health Check Up RS Pondok Indah.

Pelayanan lain yang diberikan adalah adanya sentuhan personal antara pasien dan dokter, ruang yang dibuat khusus untuk pemeriksaan sehingga orang tidak harus ke poli yang kemungkinan bercampur dengan pasien sakit lainnya. Serta mendapat penjelasan mengenai hasilnya secara detail dari dokter yang bersangkutan.

Dr Yuli menambahkan agar didapat hasil yang optimal, sebaiknya seseorang mempersiapkan diri sebaik mungkin setidaknya seminggu sebelum medical check up. Seperti istirahat yang cukup, jangan begadang, pola makan tidak berlebihan dalam arti seperti biasanya saja. Sehingga hasil yang didapatkan benar-benar sesuai dengan kondisi tubuhnya.

Bagi orang yang belum pernah melakukan medical check up sebaiknya diawali dengan pemeriksaan lengkap, tapi untuk selanjutnya cukup fokus pada pemeriksaan tertentu yang memang bermasalah atau berisiko. Dan pemeriksaan ini rutin dilakukan setidaknya 6 bulan sampai 1 tahun sekali.

(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads