Pengguna yang sudah kecanduan berat dengan obat-obatan memang akan kesulitan dalam bekerja, namun bagi pemakai pemula, biasanya susah terdeteksi. Waktu pergi makan siang dan ke kamar mandi sudah cukup bagi pecandu untuk 'ngobat'.
Seperti dikutip dari Health24, Senin (25/1/2010), ada beberapa faktor yang membuat seseorang pekerja rentan menjadi pecandu obat-obatan, diantaranya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pekerja di hotel paling banyak menjadi korban 'obat' karena faktor ini. Pengaruh lingkungan dan teman-teman dalam lingkungan kerja pun sangat berpengaruh.
2. Stres.
Faktor stres sangat mempengaruhi pekerja yang punya level tanggung jawab tinggi seperti posisi-posisi manajer. Menurut South African Association for Social Workers in Private Practice (SAASWIPP), manajer perempuan berisiko menderita stres lebih tinggi daripada manajer laki-laki. Tak jarang diantara mereka yang mengonsumsi pil tidur atau penenang lainnya.
3. Tekanan sosial.
Dunia kerja yang penuh tekanan kadang membuat seseorang terbawa arus, salah satunya jika ada tekanan untuk mengikuti pesta sehabis kerja. Saat itu adalah saat yang paling berisiko terkena pengaruh obat.
4. Isolasi.
Pemisahan diri dari lingkungan atau sebuah hubungan bisa menimbulkan keinginan untuk menggunakan obat-obatan terlarang, terutama pada pekerja yang banyak menghabiskan waktu sendirian atau di lapangan.
5. Gaji terlalu rendah.
Pekerja yang memiliki tingkat pendapatan sangat rendah umumnya mengalami stres di rumah atau di tempat kerja. Pelarian pun dilakukan dengan menghabiskan gaji untuk membeli alkohol dan obat-obatan.
6. Pekerja kesehatan.
Diantara semua jenis profesi, ironisnya pekerja kesehatan justru paling berisiko menjadi pengguna obat-obatan. Akses yang mudah untuk mendapatkan obat menjadi salah satu penyebabnya.
Obat-obatan seperti obat penenang dan obat tidur paling banyak digunakan selain dagga, heroin, kokain dan lainnya. Penggunaan obat-obatan tersebut saat bekerja bisa memunculkan konflik, tindakan kriminal, kekerasan dan juga kecelakaan.
Biaya kesehatan pun menjadi melonjak karena dibutuhkan biaya lebih jika pengguna masuk rumah sakit atau butuh pertolongan medis. Sebuah studi di Amerika pun menyebutkan bahwa 89 persen pemakai obat-obatan merugikan uang perusahaan karena biaya medis yang harus ditanggung asuransi perusahaan.
Menurut Ronelle Sartor, direktur eksekutif SAASWIPP, ada beberapa ciri yang bisa dikenali jika pekerja memakai obat-obatan.
Ciri-ciri pekerja yang memakai obat-obatan diantaranya:
- Penurunan produktivitas kerja
- Sering lupa
- Konsentrasi rendah
- Kerja tidak teratur dan tepat waktu
- Kehilangan motivasi bekerja
- Kemampuan berkomunikasi yang rendah
- Perilaku agresif dan tidak pantas
- Penampilan tidak rapi dan acak-acakan serta lainnya.











































