"Yang dimaksud dengan PMS jika mengalami gejalanya selama 3 bulan berturut-turut. Jadi kalau bulan ini sakit tapi bulan depan tidak maka tidak bisa disebut dengan PMS," ujar dr. Sylvia D Elvira,SpKJ(K) dalam acara Women Health Expo di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (5/2/2010).
Dr Silvia menuturkan gejala PMS meliputi gejala fisik seperti perut kembung, kepala pusing atau payudara mengencang. Serta faktor psikis 1 dari 5 gejalanya yaitu sedih, putus asa, cemas, tegang dan mudah tersinggung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor risiko yang dapat memperberat gejala PMS adalah konsumsi kopi berlebihan, usia, stres, mengalami depresi atau memiliki riwayat keluarga yang mengalami PMS.
Pengobatan yang dilakukan tergantung dari gejala yang timbul. Beberapa orang bisa mengobati sendiri dengan melakukan olahraga teratur serta memodifikasi makanan dengan mengurangi lemak.
"Ada juga terapi obat khusus yang bisa digunakan dengan menggunakan obat penghilang nyeri, anti depresan atau menggunakan pil KB yang mengandung drospirenon," ujar dr Andon Hestiantoro, SpOG.
Jika gejala di atas tidak di alami setiap bulan, maka itu tak bisa disebut mengalami PMS.
(ver/ir)











































