Kue dan gorengan yang banyak diminati wanita menjadi penyebab menumpuknya lemak dan lemak trans. Makanan tersebut mengandung banyak lemak dan dapat meningkatkan risiko stroke bagi wanita di atas usia 50 tahun.
Dr Emil Matarese, kepala bagian stroke di St Mary Medical Center di Langhorne, Pennsylvania, melakukan pemeriksaan terhadap 87.230 partisipan dan hasilnya dipresentasikan pada konferensi American Stroke Association.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian dilakukan terhadap partisipan dengan usia 50-79 tahun. Peneliti menempatkan mereka ke dalam empat kelompok berdasarkan banyak lemak yang dimakan. Lalu peneliti melihat 7 tahun setelahnya untuk mengetahui berapa banyak penderita stroke yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah ke otak.
"Ada 288 penderita stroke dalam kelompok wanita yang paling banyak mengkonsumsi lemak setiap hari (95 gram) dan 249 dalam kelompok mengonsumsi lebih sedikit lemak (25 gram)," ujar Yaemsiri seperti dilansir CBC, Senin (1/3/2010).
Tapi ada faktor lain yang mempengaruhi risiko stroke, seperti berat badan, ras, rokok, olahraga, alkohol, dan obat-obatan seperti aspirin atau pil hormon. Peneliti menyimpulkan bahwa wanita yang makan lemak paling banyak 44 persen lebih tinggi memiliki risiko stroke.
Peneliti juga menemukan 30 persen risiko lebih besar pada wanita yang banyak mengonsumsi lemak trans yang terkandung pada margarin, makanan yang digoreng, kerupuk dan kue-kue.
"Kita perlu melihat label pada makanan yang kita beli, karena banyak lemak yang tersembunyi di dalam kue dan orang tidak sadar berapa banyak yang telah mereka makan," kata Matarese.
American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi maksimal 25-35 persen dari total kalori lemak dan kurang dari 1 persen untuk lemak trans. Lemak yang paling sehat terdapat pada kacang-kacangan, biji-bijian, ikan dan minyak sayur.
(ir/ir)











































