Terdapat lebih dari 100 tipe virus HPV dan ada 30 tipe HPV yang menginfeksi daerah kelamin. Jika tidak dideteksi lebih dini dapat berkembang menjadi lebih serius bahkan ke kondisi yang membahayakan kehidupan.
HPV bisa menginfeksi siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Tidak ada gejala ataupun tanda khusus saat virus ini menginfeksi tubuh. Jadi jangan heran jika banyak orang yang tidak menyadari dirinya terkena infeksi atau justru sudah menulari orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa negara sudah menerapkan vaksinasi HPV untuk kaum laki-laki. Seperti Filipina yang mencanangkan vaksin HPV untuk pria sejak Oktober 2009.
Permasalahan yang terjadi di Filipina terkait kanker serviks hampir mirip dengan Indonesia, yaitu sebagian besar terdeteksi sudah dalam stadium lanjut.
"HPV yang bisa menyerang kaum laki-laki biasanya menyebabkan kutil kelamin atau genital warts, tapi HPV juga bisa menyebabkan terjadinya kanker penis. Namun persentasenya kecil sekali yaitu sekitar 2-3 persen dari keseluruhan kanker pada kaum laki-laki," ujar Dr Laila Nuranna, SpOG(K), kepala divisi onkologi ginekologi FKUI.
Ada dua tipe vaksin HPV yang dijual atau bisa digunakan oleh masyarakat yaitu vaksin HPV 16,18 yaitu vaksin yang dapat digunakan untuk melawan kanker serviks. Satu lagi vaksin HPV 16,18,6,11 yaitu vaksin yang digunakan untuk melawan kanker serviks dan juga kutil kelamin.
"Vaksin HPV ini bisa diberikan pada usia 10-55 tahun dan idealnya sebelum seseorang aktif secara seksual. Selain itu vaksin HPV ini juga diberikan sebanyak tiga kali dengan jarak waktu 6 bulan dan satu tahun," ujar Dr Laila.
Setiap perempuan memiliki risiko terkena kanker serviks, meskipun dirinya merasa bersih dan tidak merokok. Karenanya deteksi dini sangat diperlukan bagi orang yang sudah aktif secara seksual.
(ver/ir)











































