Minggu, 16 Mei 2010 15:30 WIB

Selebriti dan Gangguan Bipolar

- detikHealth
Jakarta - Selain memicu tindakan ekstrem seperti bunuh diri, ganguan bipolar juga sering dikaitkan dengan kreativitas. Cukup masuk akal mengingat banyak seniman dan selebriti dunia yang juga mengalami gangguan tersebut.

Gangguan bipolar atau disebut juga manik depresi merupakan gangguan suasana hati yang dicirikan dengan perubahan mood secara ekstrem. Penderita bisa merasakan sedih yang luar biasa, lalu dalam kesempatan lain berubah menjadi euforia atau rasa bahagia yang meluap-luap.

Pada fase manik atau gembira, optimisme dan keyakinan diri meningkat dan cenderung tidak realistis. Sebaliknya pada fase depresi penderita merasa gelisah dan tidak bergairah. Tingkat keparahan tertentu dicirikan dengan kecanduan obat terlarang dan keinginan untuk melakukan bunuh diri.

Dikutip dari Health, Minggu (16/5/2010), gangguan bipolar dialami oleh 2,5 persen orang dewasa di AS. Beberapa selebriti terkenal juga mengalaminya, dan berikut ini adalah 9 di antaranya.

Britney Spears
Dugaan bahwa bintang pop ini mengalami gangguan bipolar mencuat ketika fotonya dengan kepala plontos beredar di internet. "Perilakunya yang tidak menentu menunjukkan Spears memiliki gangguan bipolar," ungkap seorang psikolog, Robert Butterworth dalam sebuah wawancara dengan US Weekly. Sementara itu cover story majalah People edisi Januari 2008 juga menyebut beberapa perilaku lainnya yang menguatkan dugaan tersebut. Di antaranya adalah hiperseks, kemampuan membuat keputusan yang buruk serta cenderung impulsif.

Kurt Cobain
Musisi grunge yang namanya meroket bersama band Nirvana ini mengakhiri hidupnya dengan tragis pada umur 27 tahun. Sebelumnya, Cobain tercatat berulang kali melakukan upaya bunuh diri. Pada tahun 2002, majalah Time memasukkan namanya sebagai salah satu Manic Geniuses atas kontribusinya dalam bidang seni. Sebagai catatan, salah satu judul hits Nirvana, Lithium merupakan nama obat yang dipakai sebagai pengendali mood pada penederita gangguan bipolar.

Marilyn Monroe
Dugaan mati bunuh diri terhadap bintang rupawan era 1960-an ini memang masih kontroversial, dan sepertinya akan tetap demikian. Namun dalam film dokumenter berjudul Marilyn Monroe: The Final Days (2001), dr Hyman Engelberg MD yang merupakan dokter pribadi sang bintang memberikan kesaksian. "Dia mengalami manik depresif. Dia mempunyai masalah emosional, moodnya berubah dengan sangat drastis," ungkapnya.

Sinead O'Connor
Satu lagi bintang pop yang menggunduli kepalanya adalah Sinead O'Connor. Saat tampil di The Oprah Winfrey Show tahun 2007, ia terang-terangan mengaku didiagnosis bipolar sejak usia 37 tahun. Sebelumnya, ia pernah mencoba bunuh diri tepat di ulang tahunnya yang ke-33. Sampai sekarang, musisi kelahiran 8 Desember 1966 itu harus mengkonsumsi obat antidepresi dan pengendali mood.

Vincent van Gogh
Pada abad ke-19 ketika van Gogh masih hidup, istilah gangguan bipolar memang belum dikenal. Namun pelukis legendaris ini diketahui memiliki gangguan mental termasuk fluktuasi mood yang luar biasa. Sebuah kritik seni yang dimuat Washington Post tahun 1998 mengatakan demikian, "Saat moodnya naik, ia melukis dengan penuh keyakinan diri dan luapan energi yang menggambarkan kemarahan. Saat moodnya turun, lukisannya banyak menggambarkan keragu-raguan dan rasa takut."

Carrie Fisher
Aktris yang dikenal sebagai pemeran Princess Leia dalam trilogi Star Wars ini juga mengalami banyak pergolakan dalam hidupnya. Bertahun-tahun melewati fase manik dan depresi secara berulang, akhirnya ia didiagnosis bipolar pada usia 28 tahun dan sejak itu harus mengkonsumsi Lithium, salah satu pengendali mood. Namun tak semudah itu, sekali waktu ia masih merasa tidak stabil. "Antara lain ketika aku mencukur habis rambutku, membuat tatto dan tiba-tiba ingin pindah ke agama Yahudi," ungkapnya.

Emily Dickinson
Penyair yang hidup di abad ke-19 ini terkenal dengan karya-karyanya yang cenderung sedih dan suram. Meski sebenarnya sulit untuk memastikan bahwa Dickinson mengidap bipolar, sebuah studi yang dimuat di American Journal of Psychiatry tahun 2001 memperkuat dugaan tersebut. Catatan dokter pribadi menyebutkan Dickinson mengalami perlemahan syaraf, yang menurut para peneliti dicirikan dengan depresi dan kegelisahan.

Virginia Woolf
Novelis asal Inggris yang berjaya di awal abad ke-20 ini juga menghasilkan banyak karya yang cenderung suram. Hingga akhirnya pada 1941 ia mati bunuh diri dengan cara mengikatkan batu pemberat sebelum terjun ke sungai. Psikolog Katherine Dalsimer pada tahun 2004 menyebut Woolf mengalami perubahan ekstrem antara fase manik dan depresi, yang pada masa kini dikenal sebagai tahap psikosis.

Linda Hamilton
Dalam sebuah wawancara tahun 2004, bintang film Terminator ini mengaku telah hidup dengan gangguan bipolar selama lebih dari 20 tahun. Aktris yang kini berusia 54 tahun ini mendapatkan diagnosis bipolar setelah 10 tahun hidup dengan fluktuasi mood yang menyiksanya. Keputusan untuk mengungkap kondisi kejiwaannya kepada publik ia ambil setelah mendapat perawatan untuk mengendalikan moodnya.


(up/ir)