Kontrasepsi Hormonal, Pilihan KB Baru Untuk Pria

Kontrasepsi Hormonal, Pilihan KB Baru Untuk Pria

- detikHealth
Rabu, 16 Jun 2010 14:22 WIB
Kontrasepsi Hormonal, Pilihan KB Baru Untuk Pria
Seattle, Washington - Selama ini kontrasepsi untuk pria dikenal dengan menggunakan kondom, vasektomi dan yang terbaru dengan ultrasound. Sebagai pilihan baru, peneliti sedang mengembangkan kontrasepsi hormonal untuk KB pria.

Peneliti sedang membuat kemajuan pada studi tentang alat KB hormonal untuk pria, yaitu berupa gel atau suntikan testosteron. Tetapi ilmuwan menperingatkan bahwa produk ini masih dalam tahap penelitian dan belum tersedia di pasaran.

"Penelitian mengenai kontrasepsi untuk pria memang lambat karena beberapa alasan, termasuk perbedaan biologis antara pria dan wanita," ujar John Amory, profesor kedokteran dari University of Washington, seperti dilansir dari MedicalNewsToday, Rabu (16/6/2010).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amory menuturkan, wanita memiliki periode tidak subur dalam kehidupannya, yaitu pada saat menstruasi, dan ini memungkinkan wanita untuk tidak hamil. Tetapi pria tidak memiliki periode seperti menstruasi pada wanita.

Selain itu, sistem reproduksi pria mampu memproduksi 1.000 sperma per detik, sedangkan wanita hanya membuat satu telur per bulan.

Menurut Diana Blithe, direktur program pengembangan kontrasepsi pria di National Institute of Child Health and Human Development, penelitian ini difokuskan pada pemblokiran produksi sperma dengan penggunaan testosteron yang diketahui dapat menyebabkan kemandulan bila dalam jumlah berlebih.

Namun, Blithe juga menuturkan bahwa penelitian lain telah meneliti penggunaan hormon progestin sintetis, yang telah digunakan dalam alat kontrasepsi wanita.

Untuk saat ini, pil testosteron pria belum sukses bekerja sebagai kontrasepsi karena tubuh menyerap hormon tersebut sebelum dapat menghalangi produksi sperma. Tapi peneliti telah memiliki beberapa keberhasilan dengan suntikan atau topikal hormon.

Sebagai contoh, sebuah studi Cina yang telah diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism bulan Juni 2009, menemukan bahwa injeksi testosteron menghasilkan angka kehamilan 1,1 per 1.000 pria dalam waktu lebih dari 2 tahun.

(mer/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads