Bagaimana membuat makanan yang dibakar atau dipanggang tetap sehat dan aman dari kanker?
Makanan berprotein seperti ikan dan daging yang dimasak dengan cara dibakar atau dipanggang dapat menghasilkan dua jenis senyawa kimia yang dapat menyebabkan kanker, yaitu heterocyclic amine (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan PAH terbentuk ketika cairan pada daging menetes ke permukaan bara yang panas dan menimbulkan asap. Asap ini mengandung karsinogen, yang didepositkan ke permukaan daging.
"Tapi risiko yang ditimbulkan dari kedua zat ini tidak bisa serta merta membuat kita membuang jauh-jauh peralatan barbekyu (panggangan)," ujar Colleen Doyle, direktur nutrisi dan aktivitas fisik untuk American Cancer Society, seperti dilansir dari CNN, Senin (5/7/2010).
Menurutn Doyle dan Meyers, ahli gizi di Dana-Farber Cancer Institute, ada cara untuk meminimalkan risiko karsinogen pada saat membakar atau memanggang makanan, yaitu:
- Bersihkan panggangan sebelum memasak dan buang semua puing-puing hangus yang mungkin bisa melekat pada makanan.
- Masak makanan terlebih dahulu (direbus dengan bumbu) sebelum dipanggang untuk mengurangi PAH.
- Tempatkan daging di microwave listrik selama 60 detik (untuk potongan sedang) dan 90 detik (untuk potongan tebal dan berlemak). Hal ini mengurangi jumlah waktu panggangan yang memungkinkan terbentuk PAH.
- Menambahkan bumbu tertentu juga dapat membuat makanan lebih aman, seperti cuka atau lemon, yang bertindak sebagai perisai 'tak terlihat' untuk mengubah keasaman daging dari pelekatan dan untuk mencegah PAH.
- Jika memungkinkan, makanan yang dipanggang atau dibakar hendaknya adalah sayuran atau buah, bukan daging.
- Menggunakan pembungkus seperti aluminium foil akan membantu mengurangi asap dengan mengurangi tetesan daging yang menetes ke bara.
- Memasak dengan gas alam atau propane grill dapat mengurangi polusi asap.











































