Jika program diet selama ini identik dengan banyaknya larangan dalam mengonsumsi makanan. Maka terapi penurunan berat badan Cohen menggunakan makanan sebagai obatnya. Orang tetap bisa makan 5 kali sehari yang terdiri dari 3 kali makan wajib dan 2 kali diselingi snack.
Seperti apa diet Cohen itu?
Diet Cohen dikembangkan oleh Dr Rami Cohen MD F.C.O.G (Wits) SA, dokter yang meneliti hormon-hormon apa saja yang bisa berperan dalam kenaikan berat badan sehingga bisa merumuskan program unik ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena perubahan gaya hidup, orang tidak sadar telah terjadi ketidakseimbangan dalam hormon-hormon tersebut. Padahal jika ketiga hormon itu baik maka orang tidak akan terkena masalah kelebihan berat badan.
Hormon pertumbuhan misalnya berfungsi melindungi jaringan otot dan menghancurkan lemak, hormon insulin mengatur kadar gula darah dan hormon serotonin yang mengendalikan keinginan untuk makan karbohidrat (mengontrol rasa lapar).
Dalam menangani pasiennya, terapi Cohen akan melihat hasil tes darah (profil darah) seseorang. Profil darah tiap orang berbeda-beda sekalipun orang tersebut kembar.
Dengan melihat hasil tes darah tersebut bisa diberikan resep makanan, ada orang yang tetap boleh makan daging tapi ada juga yang tidak boleh. Jadi program yang diberikan lebih bersifat personal.
"Klien yang akan mengikuti program ini awalnya akan melakukan tes darah, kemudian tes ini akan dikirim ke Amerika dan Dr Cohen akan melakukan analisa untuk membuat rincian makanan yang boleh dikonsumsi," ujar Betty Goenawan selaku owner dari frenchise Dr Cohen Lifestyle Center, di Plaza Belleza Permata Hijau, Jakarta, ketika ditemui detikHealth, Sabtu (9/10/2010).
Betty awalnya merupakan pasien dari Cohen Lifestyle Centre Singapura. Sebelumnya ibu Betty sudah mencoba melakukan beberapa jenis diet namun tidak ada yang berhasil. Tapi setelah melakukan program penurunan berat badan dari Dr Cohen inilah ibu Betty berhasil mendapatkan berat badan idealnya
Test darah awal akan diperiksa kadar glukosa, fungsi hati, fungsi ginjal, elektrolit dan juga kadar LDH seseorang. Nantinya hasil tes darah ini yang akan menentukan bagaimana 'resep obat' yang akan diberikan untuk klien tersebut. Resep makanan ini akan membuat tubuh bereaksi sehingga dapat menyeimbangkan hormon pertumbuhan (HGH), insulin dan juga serotonin.
"Resep makanan yang harus dikonsumsi dan juga kuantitasnya itulah yang menjadi obat bagi badan klien," ungkapnya.
Dalam program penurunan berat badan ini, ada tiga tahapan yang harus dilakukan oleh seseorang, yaitu:
- Eating plan, klien harus dijaga pola makannya sesuai dengan resep yang diberikan. Dalam tahapan ini klien harus disiplin menjalaninya dan pada saat inilah berat badan akan turun hingga mencapai berat badan ideal.
- Refeeding program, pada tahap ini secara bertahap klien akan diperkenalkan pada makanan yang sebelumnya dilarang. Hal ini agar tubuh bisa beradaptasi dengan makanan-makanan lainnya dan tiap hari akan ada makanan baru yang diperkenalkan.
- Management guidelines, dalam tahap ini diberikan cara bagaimana agar seseorang bisa mempertahankan berat badan idealnya ditengah banyak godaan. Hal ini agar klien bisa mengontrol berat badannya dan bukan berat badan yang mengontrol tubuhnya.
Dalam program ini klien tidak boleh melewatkan 3 kali makan utama yaitu makan pagi, makan siang dan makan malam. Lalu ada snack yang bisa dikonsumsi disela-sela antara makan pagi dan makan siang, antara makan siang dan malam atau sebelum tidur.
Siapa yang bisa mengikuti program diet ini?
"Orang yang boleh menjalankan program ini minimal berusia 15-65 tahun, tapi umumnya klien yang pernah menjalani operasi jantung, memiliki penyakit diabetes yang tergantung dengan insulin atau perempuan hamil tidak bisa melakukan program ini. Sedangkan lamanya program ini tergantung dari personality sehingga berbeda-beda," ungkap Betty.
Meskipun program ini menggunakan makanan sebagai obatnya, tapi bukan berarti seseorang bisa menjalaninya dengan lancar. Pada umumnya di minggu pertama program badan akan terasa mudah capek, hal ini karena tubuh masih perlu tahap adaptasi terhadap perubahan yang terjadi dan menahan godaan-godaan yang ada. Namun kondisi ini akan terjadi pada 3-4 hari pertama.
Kemungkinan seseorang bertambah berat badannya kembali tentu ada, karena tidak mungkin orang tidak bertambah berat badan selamanya. Jika berat badannya bertambah, maka seseorang akan kembali ke tahap eating plan namun waktunya tidak lama.
Untuk saat ini Cohen's lifestyle center baru berada di Jakarta, tapi ada kemungkinan untuk menambah cabang di kota-kota lain. Seseorang yang akan membuka cabang harus mengikuti program ini dan berhasil menurunkan berat badan sebanyak 7 kilo dalam waktu 4 minggu. Hal ini agar orang tersebut benar-benar merasakan manfaat dari program yang dijalaninya.
"Biaya untuk mengikuti program ini sebesar Rp 8,8 juta, klien akan mendapatkan program eating plan, refeeding dan juga management guidelines. Selain itu juga bisa berkonsultasi dengan konsultan yang ada. Biaya ini hanya sekali dan untuk seumur hidup," ungkap Betty. (ver/ir)











































