Himbauan ini disampaikan terkait hasil survei yang dilakukan Healthpoint, sebuah perusahaan yang memasarkan produk-produk perawatan luka. Terungkap dalam survei tersebut, 50 persen warga Amerika mengira efek hand sanitizer bertahan 30 kali lebih lama dari durasi yang sesungguhnya.
Dikutip dari NY Dailynews, Jumat (22/10/2010), anggapan itu dipicu oleh promosi yang berlebihan dari para produsen. Beberapa produk hand sanitizer bahkan diklaim oleh produsennya bisa memerikan perlindungan hingga 6 jam setelah pemakaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, cara paling ampuh untuk melindungi tangan dari kontaminasi bakteri dan kuman lainnya adalah mencuci tangan pakai sabun. Hand sanitizer sebaiknya hanya digunakan dalam kondisi tidak tersedia sabun dan air mengalir.
Namun penggunaan hand sanitizer dinilai masih lebih baik daripada tidak memakai apapun, terutama jika tangan sering bersentuhan termasuk saat bersalaman dengan banyak orang. Tanpa menggunakan pembersih apapun, Dr Philip menyarankan untuk tidak menyentuh wajah dan makanan sama sekali.
Sementara itu The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengingatkan tidak semua kuman bisa dibunuh dengan hand sanitizer. Meskipun demikian, kelebihan produk tersebut adalah dapat memberikan aksi cepat dalam melindungi tangan dari kuman saat tidak tersedia air dan sabun.
(up/ir)











































