Kathryn Wilson, peneliti dari Harvard School of Public Health di Boston mengungkap, senyawa tertentu dalam kopi bisa mempengaruhi fungsi insulin. Hormon ini berperan dalam metabolisme gula dan jika fungsinya terganggu maka bisa memicu sakit gula atau diabetes.
Menurut Wilson, berbagai penelitian terdahulu juga mengungkap bahwa pada pria insulin memiliki keterkaitan dengan risiko kanker prostat. Jika fungsi insulin terganggu, maka selain memicu diabetes maka pada pria risiko tambahannya adalah kena kanker prostat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga sekitar tahun 2008 saat penelitian berakhir, tercatat 5.035 partisipan akhirnya kena kanker prostat. Dari jumlah tersebut, 642 di antaranya telah memasuki stadium metastatik yang artinya sel kanker telah menyebar ke jaringan lain ke sekitarnya.
Hasil analisis menunjukkan, risiko kanker prostat pada partisipan yang tiap hari minum 6 cangkir kopi atau lebih berkurang sekitar 20 persen. Bahkan setelah disesuaikan dengan berbagai faktor lain, risiko terkena kanker prostat stadium metastatik berkurang hingga 60 persen.
Risiko kanker prostat juga berkurang pada partisipan yang rajin minum kopi, sekalipun jumlahnya tidak sampai 6 cangkir sehari. Cukup dengan 1 hingga 3 cangkir sehari, risiko kanker prostat stadium metastatik bisa berkurang hingga 30 persen.
Wilson mengakui, penelitian ini belum berhasil mengidentifikasi secara spesifik kandungan kopi yang telah mempengaruhi hasil penelitiannya. Namun ia memastikan, kandungan itu bukan kafein karena manfaatnya relatif sama ketika dicoba dengan kopi decaffeinated (bebas kafein).
(up/ir)











































