Selasa, 07 Jun 2011 16:58 WIB

Semua Vitamin Bisa Diserap Tubuh, Jeleknya Bisa Keracunan

- detikHealth
Jakarta - Semua vitamin dan mineral yang dimakan manusia tidak pernah ditolak tubuh alias bisa dengan mudah diserap. Tapi risikonya jika vitamin dan mineral yang masuk itu kebanyakan bisa bikin keracunan.

Vitamin dan mineral sebenarnya sudah banyak terdapat dalam makanan, tapi kadang orang mengonsumsi suplemen untuk memenuhi asupan vitamin atau mineral tertentu.

Untuk melengkapi vitamin dan mineral itu, saat ini banyak dijual berbagai macam suplemen untuk memenuhi kebutuhkan mikronutrien. Tapi sebaiknya sebisa mungkin masyarakat mendapatkan mikronutrien tersebut dari bahan yang alami.

"Suplemen apapun yang ditelan tidak bisa ditolak sehingga semuanya diserap oleh tubuh, itu bisa berisiko terjadinya toksisitas atau keracunan. Tapi kalau dari makanan tidak," ujar dr Inge Permadhi, MS, SpGK dalam acara Nutritalk: Inspirasi Sehat Wanita Indonesia di Hongkong Cafe, Jakarta, Selasa (7/6/2011).

dr Inge menuturkan jika mikronutrien tersebut berasal dari makanan maka jika asupannya sudah cukup, secara otomatis mikronutrien ini akan dibuang sehingga tidak menyebabkan keracunan.

"Untuk itu saya menyarankan agar mengonsumsi dari sumber makanan yang sehat dan juga segar," ungkap dr Inge yang merupakan dokter spesialis nutrisi dari Departemen Ilmu Gizi FKUI.

Dalam menentukan pola makan yang sehat maka harus diperhatikan 3J yaitu Jumlah, Jadwal dan Jenis. Untuk menentukan jumlahnya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan dan juga kondisi tertentu. Untuk jadwal meliputi 3 kali makan besar dan 3 kali makan selingan (snack).

Sedangkan untuk jenisnya harus mencakup makronutrien (karbohidrat, protein dan lemak), mikronutrien (vitamin dan mineral), serat serta air yang komposisinya berdasarkan piramida makanan.

dr Inge menjelaskan misal untuk zat besi dibedakan menjadi dua yaitu heme iron (zat besi yang gampang diserap) bisa didapat dari hati ayam, kerang, daging merah dan ikan tuna, sedangkan non-heme iron (sulit diserap dan membutuhkan bantuan vitamin C dalam penyerapannya) bisa didapat dari kacang kedelai dan bayam.

Sedangkan untuk kalsium bisa didapat dari susu rendah lemak, keju, ikan terutama yang tulangnya bisa dimakan, brokoli dan kacang-kacangan. Untuk vitamin B bisa didapat dari sayuran berdaun hijau tua (bayam, brokoli, asparagus), kacang merah dan jeruk.

"Untuk vitamin D bisa didapat dari sinar matahari, kalau kita mau berjemur sebentar saja maka bisa mendapatkan vitamin D yang cukup. Vitamin D in diperlukan dalam proses penyerapan kalsium di dalam tubuh," ungkap dr Inge.

(ver/ir)