Peneliti dari Prancis melaporkan mengonsumsi air putih sebanyak 8 gelas sehari bisa melindungi seseorang dari kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) sebesar 21 persen dibanding dengan orang yang sedikit mengonsumsi air putih.
Studi ini melibatkan 3.615 laki-laki dan perempuan yang memiliki kadar gula darah normal di awal penelitian. Analisis studi ini juga memperhitungkan faktor lain yang bisa mempengaruhi risiko kadar gula darah tinggi seperti jenis kelamin, usia, berat badan, aktivitas fisik dan pola makannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roussel mencatat bahwa kondisi ini memperlihatkan hubungan antara hormon vasopressin (yang mengatur air dalam tubuh) dengan diabetes. Diperkirakan peran dari hormon ini yang bisa membantu mengurangi risiko kadar gula darah tinggi.
Seseorang yang memiliki kadar gula darah tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala apa-apa. Tapi biasanya semakin tinggi kadar gula darah, maka seseorang akan semakin sering merasa haus dan ingin buang air kecil.
Jika tidak ditangani dengan baik, kadar gula darah yang tinggi ini bisa merusak jaringan fungsi sel beta yang berfungsi mengeluarkan insulin dan menyebabkan pembuluh darah mengalami stres sehingga lama kelamaan bisa memicu terjadinya pengerasan di pembuluh darah.
Kadar gula darah yang tinggi bisa menimbulkan risiko pengembangan diabetes tipe 2, penyakit jantung dan stroke. Temuan ini telah dilaporkan dalam pertemuan tahunan American Diabetes Association.
(ver/ir)











































