Secara naluriah, manusia punya 2 alasan untuk makan dengan porsi lebih besar yakni karena lapar dan karena makanannya enak. Faktor lapar tidak bisa dilawan karena merupakan sinyal bahwa tubuh perlu energi, sementara faktor enak bisa diakali.
Menurut sebuah penelitian di Washington State University, habituasi atau kebiasaan memakan suatu makanan mempengaruhi persepsi tentang rasa enak. Sama seperti efek obat, jika terlalu sering dikonsumsi maka lama-kelamaan efeknya makin berkurang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lain halnya dengan 32 partisipan lain yang hanya diberi makaroni dan keju sebagai selingan. Meski sama-sama diberikan selama seminggu, karena setiap hari diselang-seling dengan makanan lain maka pada akhir penelitian porsi makaroni dan keju yang dikonsumsi justru naik 30 kalori.
"Meal monotony atau pemberian menu makan yang sama setiap hari terbukti bisa mengurangi asupan kalori. Trik ini cukup efektif, tinggal dipadukan dengan konsep nutrisi yang seimbang," ungkap sang peneliti, Shelley McGuire seperti dikutip dari Foxnews, Sabtu (23/7/2011).
Menurut McGuire, pemberian menu makan yang monoton akan memicu habituasi sehingga seseorang akan mulai kehilangan persepsi tentang rasa. Dalam pengertian yang lebih mudah, makan dengan makanan yang sama setiap hari akan membuat orang bosan sehingga porsinya akan berkurang dengan sendirinya.
(up/ir)











































