Sebuah artikel dalam Journal of the Mind and Body mengutip beberapa penelitian yang mencoba menentukan hubungan antara makan sebelum tidur dan mimpi yang dialami.
Beberapa studi menunjukkan bahwa makan gula secara berlebihan sebelum tidur dapat meningkatkan aktivitas gelombang otak. Aktivitas yang tinggi dapat meningkatkan kejelasan mimpi termasuk membuat orang mengalami mimpi buruk, seperti dilansir Livestrong, Rabu (27/7/2011).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Junk food yang tidak mengandung nikotin, permen dan coklat yang mengandung theobromine dan kafein juga dapat mengganggu tidur dan menyebabkan mimpi buruk bila dimakan dalam jumlah yang cukup banyak sebelum tidur.
Selain terlalu banyak makan gula, ternyata gula darah rendah juga dapat mempengaruhi mimpi. Menurut MayoClinic.com, tingkat gula darah anak juga dapat mempengaruhi mimpinya.
Bila kadar gula darah menjadi rendah (hipoglikemia) saat tidur, beberapa orang anak akan mengalami gejala mengalami mimpi buruk. Hal ini biasanya terjadi pada anak yang menderita diabetes.
Beberapa tanda dan gejala hipoglikemia pada anak diabetes misalnya sering mimpi buruk, keringat, kelelahan saat bangun, pusing, kebingungan, kesulitan berbicara, kecemasan, perubahan kepribadian dan berperilaku aneh, yang seringkali terjadi di pagi hari dan biasanya disebut 'efek fajar'.
Untuk itu, sebaiknya makanlah makanan yang sehat tak hanya sebelum tidur tetapi setiap harinya untuk menjaga gula darah selalu dalam kadar normal.
(mer/ir)











































