Penelitian dari Jerman menemukan bahwa laki-laki lebih baik dalam melawan penyakit inflamasi (peradangan) dibandingkan dengan perempuan. Hal ini karena adanya peran dari hormon seks laki-laki atau dikenal sebagai testosteron.
Peradangan adalah salah satu respons awal dari tubuh seseorang terhadap adanya rangsangan yang berbahaya seperti patogen, bakteri, mikroorganisme atau alergen yang memicu alergi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi ini membuat sebagian besar perempuan lebih mudah terkena arthritis, psoriosis arthritis atau asma," ujar Oliver Werz, profesor farmasi dan kimia medis dari Friedrich Schiller Jena University, Jerman, seperti dikutip dari Indiavision, Kamis (28/7/2011).
Pada studi ini peneliti mengisolasi sel-sel kekebalan dari laki-laki dan perempuan yang dianalisis dalam tabung untuk menguji aktivitas enzim yang bertanggung jawab terhadap produksi zat pro-inflamasi. Diketahui enzim fosfolipase D yang bertanggung jawab terhadap produksi zat pro-inflamasi pada laki-laki lebih kurang aktif.
Kondisi ini membuat tubuh perempuan menghasilkan hampir 2 kali lebih banyak zat pro-inflamasi dibandingkan laki-laki. Hasil studi ini telah dilaporkan dalam edisi ilmiah FASEB Journal.
Studi ini melibatkan beberapa peneliti dari Jerman, Swedia serta Napoli Italia, dan dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah hormon ini bisa digunakan sebagai salah satu bentuk terapi baru atau tidak.
(ver/ir)










































