Para peneliti dari University of California di Los Angeles mengungkap, badan kekar seperti binaragawan bisa mengurangi risiko resistensi insulin. Pada pengidap diabetes, resistensi insulin dapat memicu peningkatan kadar gula darah sehingga terjadi komplikasi.
Saat mengamati 13.600 pengunjung pusat kebugaran, para peneliti membuktikan bahwa risiko tersebut dipengaruhi oleh peningkatan massa otot. Setiap peningkatan sebesar 10 persen, risiko resistensi insulin turun 11 persen dan risiko pra-diabetes rutun 12 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil olahan glukosa yang kemudian disimpan di otot adalah senyawa baru yang disebut glikogen. Jika massa otot semakin besar, ruangan untuk menyimpan glikogen makin banyak sehingga gula yang diolah bisa lebih banyak dan ini bisa mengurangi kadar gula darah.
Sebaliknya jika massa otot sedikit, glukosa tidak akan diolah menjadi glikogen karena ruang penyimpanannya terbatas. Akibatnya kelebihan glukosa akan disimpan sebagai lemak, yang jika menumpuk lama-kelamaan dapat memicu resistensi atau gangguan fungsi insulin.
Menurut Colberg-Ochs, olahraga yang paling efektif meningkatkan massa otot adalah olahraga yang melibatkan serabut otot sebanyak mungkin dalam satu gerakan. Seperti dikutip dari MensHealth.com, Jumat (5/8/2011), contohnya adalah push up atau angkat beban dengan 8-12 kali pengulangan tiap set.
(up/ir)










































