Gigitan dari hewan seringkali tidak dapat dihindarkan dan tiba-tiba terjadi begitu saja. Anjing lebih mungkin untuk menggigit daripada kucing. Namun, gigitan kucing lebih memungkinkan menyebabkan infeksi.
Berbagai macam penyakit pun banyak yang ditularkan melalui gigitan hewan. Maka itu jika ada orang di sekitar kita yang terkenan gigitan hewan, setidaknya kita harus dapat melakukan sesuatu untuk menangani kondisi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gigitan berupa luka ringan
- Jika bekas gigitan hewan pada kulit hanya merupakan luka ringan dan tidak ada kemungkinan bahaya rabies, maka penanganannya seperti pada luka kecil.
- Cuci luka tersebut dengan sabun dan air.
- Oleskan krim antibiotik untuk mencegah infeksi.
- Tutupilah luka tersebut dengan perban bersih.
Gigitan berupa luka yang dalam
- Jika gigitan hewan menyebabkan luka yang dalam pada kulit atau kulit robek parah dan berdarah, maka tekanlah luka dengan menggunakan kain bersih dan kering untuk menghentikan perdarahan
- Setelah dilakukan tindakan pertama untuk menghentikan perdarahan, kemudian segera hubungi rumah sakit atau dokter terdekat.
Gigitan yang menimbulkan luka infeksi
Jika melihat adanya tanda-tanda infeksi seperti pembengkakan, nyeri, kemerahan segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat.
Gigitan luka dengan dugaan rabies
Jika Anda mencurigai gigitan itu disebabkan oleh hewan yang mungkin membawa virus rabies, segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat. Hewan-hewan yang dicurigai membawa virus rabies adalah binatang liar atau peliharaan yang status imunisasinya tidak diketahui. Dokter merekomendasikan seharusnya mendapatkan suntikan imunisasi tetanus setiap 10 tahun.
Gigitan dari hewan peliharaan dan hewan liar yang tidak diimunisasi membawa risiko rabies. Rabies lebih sering berasal dari rakun, sigung, rubah dan kelelawar daripada daripada kucing dan anjing. Sedangkan kelinci, tupai dan binatang pengerat lainnya jarang membawa rabies.
(ir/ir)











































