Studi yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health (HSPH) menemukan hubungan yang kuat antara konsumsi daging merah dan peningkatan risiko diabetes tipe 2, terutama daging yang sudah diproses.
Penelitian yang dipimpin oleh An Pan, peneliti di Departemen Gizi HSPH menunjukkan bahwa mengganti daging merah dengan protein sehat, seperti susu rendah lemak, kacang, atau biji-bijian, secara signifikan dapat menurunkan risiko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil studi ini jelas memiliki implikasi kesehatan yang besar bahwa konsumsi daging merah bisa meningkatkan epidemi diabetes tipe 2," ujar Hu, seperti dikutip dari esciencenews.com, Jumat (12/8/2011)
Para peneliti menyarankan masyarakat untuk meminimalkan konsumsi olahan daging merah seperti hot dog, bacon dan sosis karena mengandung kadar natrium dan nitrit yang tinggi. Serta menggantinya dengan pilihan lain yang lebih sehat seperti kacang-kacangan, biji-bijian, produk susu rendah lemak atau ikan.
Sedangkan risiko dari daging merah yang belum diproses sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Dalam studi sebelumnya peneliti HSPH belum menemukan bukti yang jelas mengenai hubungan antara makan daging merah mentah dengan risiko penyakit jantung koroner atau diabetes tipe 2.
Dukungan terhadap studi ini dilakukan oleh National Institutes of Health's, National Institute of Diabetes and Digestive, serta Kidney Diseases and the National Heart, Lung, and Blood Institute di Amerika Serikat.
(ver/ir)











































