Senin, 22 Agu 2011 14:52 WIB

Minum Sambil Berdiri Tidak Membahayakan Ginjal

- detikHealth
Jakarta - Beberapa orang meyakini bahwa minum sambil berdiri dapat membahayakan ginjal karena air akan langsung menuju kandung kemih tanpa disaring. Namun menurut ahli urologi, tidak ada perbedaan ketika orang minum sambil duduk maupun berdiri.

Anggapan bahwa air minum tidak melewati proses penyaringan didasari asumsi bahwa beberapa katup menuju ginjal menjadi tidak aktif ketika seseorang minum dalam posisi berdiri. Meski minum sambil duduk memang lebih nyaman, kenyataannya sambil berdiripun sebenarnya tidak masalah.

"Tidak ada hubungannya dengan sikap minum, mau sambil duduk atau berdiri air tetap butuh waktu berjam-jam untuk sampai ginjal," ungkap ahli urologi dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Ponco Birowo, SpU.PhD saat dihubungi detikHealth, Senin (22/8/2011).

Menurut dr Ponco, penyaringan air minum tidak serta merta terjadi begitu saja di saluran menuju ginjal. Ketika masuk kerongkongan, minuman apapun terlebih dahulu akan ditampung lalu mengalami penyerapan di lambung yang prosesnya bisa memakan waktu berjam-jam.

Terkait anggapan bahwa ada semacam katup atau sphincter yang menjadi tidak aktif saat berdiri, dokter yang juga berpraktik di RS Asri Jakarta ini kembali membantah. Selama tidak ada gangguan kesehatan pada saluran kemih, sphincter akan tetap berfungsi baik dalam posisi duduk maupun berdiri.

"Lagipula fungsi sphincter adalah mengatur keluarnya air kencing, bukan untuk menyaring air minum yang masuk ke ginjal. Bayangkan saja kalau benar sphincter hanya aktif saat duduk, seharusnya kita jadi ngompol terus kalau berdiri," kata dr Ponco.

Minum sambil duduk kadang lebih dianjurkan dengan alasan lebih sopan, namun bukan berarti bisa meningkatkan kesehatan ginjal. Untuk menjaga kesehatan gijal, yang harus dilakukan adalah banyak minum air putih agar kotoran-kotoran bisa larut sehingga lebih mudah disaring oleh ginjal.


(up/ir)