Laki-laki yang Berdamai dengan Botak Bisa Kurangi Stres

Laki-laki yang Berdamai dengan Botak Bisa Kurangi Stres

- detikHealth
Kamis, 15 Sep 2011 09:03 WIB
Laki-laki yang Berdamai dengan Botak Bisa Kurangi Stres
Jakarta - Kebotakan yang dialami oleh laki-laki berusia 20-30an tahun bukanlah hal yang mudah. Tapi jika ia bisa berdamai dengan kondisi botaknya maka hal ini membantu mengurangi tingkat stres.

Hasil studi yang dilaporkan oleh Clinic Cleveland menemukan bahwa laki-laki yang bisa berdamai dengan kondisi rambutnya yang menipis cenderung lebih kurang stres dan bisa berbuat lebih baik dibanding dengan laki-laki yang mencoba mencari kompensasi melalui operasi atau obat.

"Umumnya hanya firasat buruk tentang bagaimana cara orang tersebut melihat kebotakan yang membuat sesuatu menjadi lebih mengerikan," ujar Michael McKee, PhD seorang psikolog yang terlibat dalam studi ini, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (15/9/2011).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

McKee menuturkan umumnya seseorang merasa kebotakan yang dialaminya bisa membuat penampilannya tidak menarik sehingga menurunkan kepercayaan diri yang berdampak pada peningkatan kadar stres.

Studi yang dilakukan di University of Trier, Jerman ini melibatkan 160 laki-laki berusia 18-30 tahun dan mempelajari bagaimana partisipan ini mengatasi kebotakan akibat rambut rontoknya.

Diketahui partisipan yang mencoba strategi perawatan penggantian rambut memiliki kadar stres yang lebih tinggi dibanding dengan mereka yang tidak, dan orang-orang yang mencoba menggunakan obat-obatan sering merasa kecewa oleh efek samping yang ditimbulkan dan tinggi biayanya.

Sedangkan partisipan yang tidak melakukan perawatan apapun dan bisa berdamai dengan kebotakannya justru mampu melakukan sesuatu dengan lebih baik dan lebih kurang stres. Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal Body Image.

"Rambut rontok terkait dengan kondisi ayah ibu Anda, ada hubungan turun menurun disana. Dan kondisi ini tampaknya bukanlah suatu hal yang menyakitinya dalam hidup, jadi cobalah untuk berdamai dengannya," ujar McKee.

(ver/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads