Mengurangi Sakit Menopause Bisa dengan Akupunktur

Mengurangi Sakit Menopause Bisa dengan Akupunktur

- detikHealth
Senin, 03 Okt 2011 07:48 WIB
Mengurangi Sakit Menopause Bisa dengan Akupunktur
Jakarta - Ketika seorang wanita mengalami menopause, biasanya disertai dengan gejala-gejala yang mengganggu. Apalagi jika menopause datang bersamaan dengan perkembangan penyakit kronis lainnya.

Menopause merupakan akhir permanen dari menstruasi dan kesuburan. Menopause adalah proses biologis alami, bukan penyakit medis. Meskipun demikian, gejala-gejala fisik dan emosional oleh karena menopause dapat sangat mengganggu.

Gejala-gejala fisik dan emosional dari menopause antara lain, seperti merasa lebih tidak berenergi, serta memicu perasaan sedih dan kehilangan. Meskipun menopause bukanlah penyakit, namun terdapat pengobatan untuk gejala-gejala berat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak pengobatan efektif yang tersedia, antara lain penyesuaian gaya hidup dengan terapi hormon. Di Amerika Serikat biasanya menopause rata-rata terjadi pada usia 51 tahun. Tetapi dalam bulan atau tahun-tahun menjelang saat itu, seorang wanita mungkin dapat mengalami tanda dan gejala, antara lain:

1. Periode menstruasi tidak teratur
2. Penurunan kesuburan
3. Kekeringan vagina
4. Hot flashes
5. Gangguan tidur
6. Perubahan suasana hati
7. Peningkatan lemak perut
8. Penipisan rambut
9. Berkurangnya ukuran payudara

Menurut sebuah penelitian, akupunktur dapat membantu mengurangi keparahan hot flashes dan gejala menopause lainnya. Hot flashes adalah perasaan dengan sensasi hangat, yang biasanya paling sering terjadi di atas leher, wajah, dan dada. Hot flashes juga dapat menyebabkan berkeringat dan kemerahan pada kulit.

Meskipun kondisi hormon dapat menyebabkan hot flashes, namun paling sering terjadi adalah akibat menopause. Tergantung kondisi seseorang, hot flashes dapat terjadi beberapa kali seminggu atau beberapa kali sehari. Hot flashes yang terjadi di malam hari dan mengganggu tidur.

Penelitian tersebut melibatkan 53 wanita postmenopause. Dengan setengah dari kelompok wanita tersebut menerima akupunktur tradisional Cina dua kali seminggu. Kelompok lainnya diberikan pengobatan akupunktur sham. Setelah 10 minggu, para wanita dalam kelompok akupunktur tradisional, hot flashes signifikan berkurang.

Selain itu, mereka juga mengalami perubahan suasana hati diandingkan dengan para wanita yang telah mendapat pengobatan palsu (placebo). Namun, tidak ada perbedaan antara kedua kelompok dalam hal kekeringan vagina dan infeksi saluran kemih.

Seperti dilansir dari Epharmapedia, Senin (3/10/2011), hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan secara online di Acupuncture in Medicine. Menurut para peneliti, efek menguntungkan dari akupunktur tradisional, tampaknya tidak berhubungan dengan perubahan kadar hormon yang memicu menopause dan gejala yang terkait.

Meskipun para peneliti mengakui bahwa mereka tidak memonitor berapa lama gejala berlangsung. Namun, mereka menyarankan bahwa akupunktur tradisional mungkin dapat memberikan alternatif bagi wanita yang tidak dapat atau tidak ingin menggunakan terapi hormon untuk meredakan gejala menopause.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads