Menopause merupakan akhir permanen dari menstruasi dan kesuburan. Menopause adalah proses biologis alami, bukan penyakit medis. Meskipun demikian, gejala-gejala fisik dan emosional oleh karena menopause dapat sangat mengganggu.
Gejala-gejala fisik dan emosional dari menopause antara lain, seperti merasa lebih tidak berenergi, serta memicu perasaan sedih dan kehilangan. Meskipun menopause bukanlah penyakit, namun terdapat pengobatan untuk gejala-gejala berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Periode menstruasi tidak teratur
2. Penurunan kesuburan
3. Kekeringan vagina
4. Hot flashes
5. Gangguan tidur
6. Perubahan suasana hati
7. Peningkatan lemak perut
8. Penipisan rambut
9. Berkurangnya ukuran payudara
Menurut sebuah penelitian, akupunktur dapat membantu mengurangi keparahan hot flashes dan gejala menopause lainnya. Hot flashes adalah perasaan dengan sensasi hangat, yang biasanya paling sering terjadi di atas leher, wajah, dan dada. Hot flashes juga dapat menyebabkan berkeringat dan kemerahan pada kulit.
Meskipun kondisi hormon dapat menyebabkan hot flashes, namun paling sering terjadi adalah akibat menopause. Tergantung kondisi seseorang, hot flashes dapat terjadi beberapa kali seminggu atau beberapa kali sehari. Hot flashes yang terjadi di malam hari dan mengganggu tidur.
Penelitian tersebut melibatkan 53 wanita postmenopause. Dengan setengah dari kelompok wanita tersebut menerima akupunktur tradisional Cina dua kali seminggu. Kelompok lainnya diberikan pengobatan akupunktur sham. Setelah 10 minggu, para wanita dalam kelompok akupunktur tradisional, hot flashes signifikan berkurang.
Selain itu, mereka juga mengalami perubahan suasana hati diandingkan dengan para wanita yang telah mendapat pengobatan palsu (placebo). Namun, tidak ada perbedaan antara kedua kelompok dalam hal kekeringan vagina dan infeksi saluran kemih.
Seperti dilansir dari Epharmapedia, Senin (3/10/2011), hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan secara online di Acupuncture in Medicine. Menurut para peneliti, efek menguntungkan dari akupunktur tradisional, tampaknya tidak berhubungan dengan perubahan kadar hormon yang memicu menopause dan gejala yang terkait.
Meskipun para peneliti mengakui bahwa mereka tidak memonitor berapa lama gejala berlangsung. Namun, mereka menyarankan bahwa akupunktur tradisional mungkin dapat memberikan alternatif bagi wanita yang tidak dapat atau tidak ingin menggunakan terapi hormon untuk meredakan gejala menopause.
(ir/ir)











































