Kamis, 20 Okt 2011 16:55 WIB

Vitamin D Senjata Ampuh Untuk Lawan TBC

- detikHealth
Jakarta - Vitamin D memainkan peran penting dalam perlawanan terhadap infeksi. Dan sekarang para ilmuwan mengatakan vitamin D dapat menjadi senjata ampuh untuk melawan tuberkulosis (TBC).

Para peneliti telah mempelajari bagaimana sel-T dapat sangat efektif melawan bakteri yang menyebabkan tuberculosis. Sel-T merupakan semacam sel darah putih untuk melawan infeksi. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam journal Science Translational Medicine.

Telah diketahui bahwa, orang dengan kadar vitamin D yang rendah lebih rentan terhadap infeksi. Hal tersebut juga diketahui bahwa orang dengan kekebalan tubuh yang rendah (immunocompromised), seperti orang dengan HIV, lebih rentan terhadap TBC.

"Para peneliti telah mengamati hubungan antara vitamin D dan peningkatan daya tahan terhadap infeksi TBC," kata Robert Modlin, kepala dermatologi di University of California Los Angeles School of Medicine dan rekannya seperti dilansir dari VOANews, Kamis (20/10/2011).

"Dari penelitian tersebut kami menemukan bahwa, satu jenis tertentu dari sel-T merupakan salah satu yang disekresi oleh protein yang disebut interferon gamma. Interferon gamma mampu mengaktifkan sel-sel darah putih yang terinfeksi dengan bakteri TBC untuk kemudian membunuh bakteri tersebut. Orang-orang yang memiliki kadar vitamin D yang rendah dalam darah, mereka tidak mampu untuk menunjang mekanisme tersebut dan membunuh bakteri. Sehingga vitamin D sangat diperlukan," kata Modlin.

Pada percobaan laboratorium, para ilmuwan memakai sampel darah yang kekurangan vitamin D. Kemudian mengaktifkan sel-T untuk menghancurkan bakteri TBC.

"Hasil penelitian tersebut dapat berguna untuk dipertimbangakan menjadi terapi baru untuk mencegah TB atau membantu dalam pengobatan. Misalnya penggunaan suplemen vitamin D untuk membantu pengobatan TBC. Saya pikir itu dapat mengubah cara kita berpikir mengenai suplemen vitamin D," kata Modlin.

"Saya sarankan bahwa orang yang menderita TBC dapat berkonsultasi dengan dokter atau dokter ahli penyakit dalam terlebih dahulu. Dan mungkin sebaiknya melakukan pengukuran kadar vitamin D terlebih dahulu untuk menentukan dosis vitamin D yang akan dikonsumsi. Langkah berikutnya adalah untuk memulai uji klinis untuk mengetahui apakah suplemen vitamin D dapat meningkatkan resistensi terhadap TBC atau infeksi lainnya," jelas Modlin.

Masih diperlukan penelitian secara klinis untuk menunjang hasil penelitian tersebut. Sehingga apabila hasil uji klinis juga menunjukkan manfaat vitamin D dalam meningkatkan daya tahan terhadap berbagai infeksi khususnya TBC. Mungkin dimasa mendatang vitamin D dapat digunakan untuk membantu pengobatan atau terapi suportif untuk TBC.

(ir/ir)