ADVERTISEMENT

Jumat, 04 Nov 2011 16:33 WIB

Ciri-ciri Berkurangnya Pendengaran

- detikHealth
Jakarta - Pendengaran cenderung memburuk dengan bertambahnya usia. Masalah pendengaran tersebut biasanya terjadi pada kedua telinga. Bahkan perubahan pendengaran dapat dimulai dari awal masa dewasa dan seterusnya. Berikut ciri-ciri berkurangnya pendengaran.

Remaja mampu mendengar suara bernada sangat tinggi, namun kemampuan tersebut mulai hilang ketika memasuki usia 30 tahun. Padahal tanpa indera yang berfungsi baik, menyebabkan setiap aktivitas dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih sulit.

Apapun penyebab terjadinya penurunan fungsi indera sensoris, namun ada cukup banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan fungsi indera tersebut. Sekarang telah ada alat bantu dengar digital yang moderen. Alat bantu dengar tersebut sangat efektif dan sangat diskrit.

Penurunan pendengaran terkait dengan usia disebut dengan presbyacusis dan biasanya akibat degenerasi saraf pendengaran dan organ-organ telinga bagian dalam.

Hal tersebut merupakan kehilangan bertahap rambut seperti sel-sel kecil di telinga bagian dalam yang bertindak sebagai sensor untuk mendeteksi gelombang suara. Hal tersebut juga dapat diperparah oleh kerusakan pada pembuluh darah, terutama bila seseorang memiliki kondisi seperti aterosklerosis atau tekanan darah tinggi.

Sesekali suara gelombang tidak dapat dilakukan dengan mudah melalui sistem pendengaran. Hal tersebut kemungkinan karena kerusakan pada tulang-tulang kecil di telinga bagian tengah.

Ciri gangguan pendengaran oleh karena bertambahnya usia antara lain:

1. Sering dirasakan pertama kali ketika mendengar suara pembicaraan, terutama konsonan yang bernada lebih tinggi tidak dapat lagi dideteksi atau terdistorsi.

Distorsi suara tersebut dapat menyebabkan suara bergumam dan meracau, khususnya suara perempuan dan anak-anak, yang memiliki suara yang lebih tinggi.

2. Sering juga seseorang dengan gangguan pendengar merespons suara keras menjadi menjengkelkan atau tidak nyaman.

3. Semakin sulit untuk mendengar apabila ada lebih dari satu pembicara, atau berada di lingkungan yang bising.

Beberapa orang menderita presbyacusis lebih karena genetik, namun riwayat paparan suara keras selama hidup juga menyebabkan banyak kerusakan. Selain faktor genetik, faktor lain yang dapat menyebabkan presbyacusis, antara lain:

1. Infeksi kronis telinga bagian tengah
2. Penggunaan obat tertentu dalam jangka waktu lama
3. Osteoporosis

Presbyacusis akan semakin memburuk dan penurunan pendengaran tersebut cenderung berhenti sekitar usia 70 tahun. Seperti dikutip dari BBCHealth, Jumat (4/11/2011), hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi penurunan fungsi pendengaran yang berkaitan dengan usia, antara lain:

1. Segera periksa ke dokter jika terjadi perubahan atau penurunan fungsi penglihatan.
2. Mencari tahu mengenai layanan dukungan pendengaran dan perangkat lainnya seperti telephone amplifiers.
3. Tanyakan kepada dokter untuk memeriksa kondisi pasca penggunaan lilin telinga (ear candle), yang mungkin dapat memperparah masalah.
4. Selalu melindungi dan menjaga telinga, menghindari suara keras dan menggunakan headphone dengan hati-hati.

(ir/ir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT