Meditasi Usir Rasa Cemas Wanita Ketika Bercinta

Meditasi Usir Rasa Cemas Wanita Ketika Bercinta

- detikHealth
Senin, 05 Des 2011 12:02 WIB
Meditasi Usir Rasa Cemas Wanita Ketika Bercinta
Jakarta - Perasaan cemas sering hinggap dalam pikiran perempuan saat berhubungan seks. Hal ini menyebabkan perempuan seringkali kurang dapat menikmati hubungan seksualnya. Untungnya, penelitian telah menemukan solusinya, perempuan dapat menenangkan dirinya dan meminimalisir kecemasan lewat meditasi.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychosomatic Medicine ini mempelajari 44 orang mahasiswa, 30 di antaranya perempuan, dan sekitar setengahnya telah mengikuti kursus meditasi selama 12 minggu.

Semua peserta diperlihatkan sejumlah foto dan beberapa di antaranya berisi foto erotis untuk mengukur waktu reaksinya dalam perasaan "tenang," "bersemangat", atau "terangsang." Para peserta juga mengisi kuesioner untuk menilai aspek penerimaan diri dan kesejahteraan psikologis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada awal penelitian, semua perempuan pada kedua kelompok membutuhkan waktu yang lebih lama untuk merasa terangsang ketika melihat foto seksual dibandingkan pria. Namun perempuan yang telah mengikuti kursus meditasi kemudian lebih cepat merespon ​​stimulus seksual tersebut. Peneliti menyebutnya sebagai "kesadaran interoseptif".

"Ini menarik, para perempuan yang membutuhkan waktu lebih lama memahami perasaan gairah seksual pada awalnya juga orang-orang yang paling keras menilai dirinya sendiri," kata Silverstein seeprti dilansir MyHealthNewsDaily.com, Senin (5/12/2011).

Menurut Dr Elizabeth Kavaler, urolog di Lenox Hill Hospital di New York, terjadi percakapan mental yang tampaknya hinggap dalam otak kebanyakan perempuan selama berhubungan seks. Percakapan mental tersebut seperti; "Apakah saya cukup cantik?", "Apakah saya melakukannya dengan cukup baik?", dan sebagainya.

Percakapan mental selama berhubungan seks membuat sebagian besar perempuan memikirkan hal-hal lain selama berhubungan seks tanpa menyadari bahwa hal itu menghambat gairahnya. Beberapa orang bahkan tidak dapat berfungsi secara seksual jika ada hal lain yang melintas dalam pikirannya.

"Penelitian ini mendukung bukti bahwa bagian terbesar dari sifat seksualitas perempuan bersifat emosional dan mental. Vagina adalah bagian paling penting dari seksualitas perempuan. Memang benar bahwa seks bagi perempuan belum tentu sama dengan seks bagi pria," kata Kavaler.

Dengan latihan meditasi, percakapan-percakapan mental yang akan menyebabkan penilaian negatif terhadap diri sendiri ini dapat segera diatasi dengan munculnya kesadaran interoseptif. Peningkatan kesadaran interoseptif juga terkait dengan perbaikan diri terhadap perhatian, penilaian diri, kecemasan, dan depresi.


(ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads