Kamis, 15 Des 2011 12:50 WIB

Wah, Probiotik Bisa Cegah Gigi Berlubang

- detikHealth
Jakarta - Selama ini probiotik dikenal manfaatnya sebagai penetral mikoroorganisme di dalam perut. Tapi nyatanya probiotik yang sering dijumpai dalam yoghurt dan produk susu juga bermanfaat untuk mencegah gigi berlubang dan penyakit gusi. Kenapa bisa begitu?

Peneliti di International University di Barcelona Spanyol berhasil menemukan efek probiotik pada radang gusi, bau mulut dan perkembangan rongga mulut. Probiotik menunjukkan hasil yang positif, untuk meningkatkan kesehatan mulut baik dikonsumsi sendiri atau sebagai bagian dari formula.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup, mirip dengan mikroorganisme yang menguntungkan yang ditemukan dalam usus manusia. Probiotik juga sering disebut 'bakteri bersahabat' atau 'bakteri baik'.

Bakteri baik sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh, untuk perlindungan terhadap mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit, dan untuk pencernaan serta penyerapan makanan dan nutrisi.

Probiotik banyak tersedia dalam bentuk suplemen dan makanan. Probiotik dapat digunakan sebagai pengobatan komplementer dan alternatif (CAM). Meski begitu efek yang ditemukan dari satu spesies atau strain probiotik tidak selalu memiliki efek yang sama bagi orang lain.

"Orang-orang yang mengonsumsi susu probiotik selama 7 bulan menunjukkan penurunan gigi berlubang. Kami juga telah mengamati ketika probiotik diberikan langsung ke gusi. Hal tersebut memang menunjukkan penurunan penyakit gusi dan periodontal juga," kata Denise Cole, seorang ahli diet di Klinik Cleveland seperti dilansir dari FoxNewsHealth, Kamis (15/12/2011).

Menurutnya susu probiotik dan yoghurt merupakan sumber yang baik untuk asupan nutrisi sehari-hari. Selain itu, probiotik juga telah tersedia dalam bentuk pil yang dijual bebas, sehingga mudah untuk didapatkan.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam Archives of Oral Biology Journal. Probiotik dapat meningkatkan resistensi terhadap penyakit menular, membantu keseimbangan bakteri perut dan meredakan gejala alergi.

Probiotik tidak sama dengan prebiotik. Prebiotik merupakan bahan makanan tidak tercerna yang selektif merangsang pertumbuhan dan atau aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan. Ketika probiotik dan prebiotik dicampur bersama-sama, mereka membentuk suatu synbiotic.

Kebanyakan bakteri probiotik mirip dengan bakteri alami yang ditemukan dalam usus manusia, juga dalam ASI. Seperti telah diketahui, ASI memiliki perlindungan alami terhadap banyak penyakit.

Bakteri probiotik paling sering berasal dari dua kelompok, Lactobacillus atau Bifidobacterium. Dalam setiap kelompok, ada spesies yang berbeda, misalnya Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium bifidus. Dan dalam setiap spesies, terdapat strain atau varietas yang berbeda.





(ir/ir)