Para peneliti dari Harvard University, AS menemukan perempuan dengan payudara yang kecil kemungkinan berisiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan perempuan berpayudara besar.
Dalam studi ini peneliti melakukan survei terhadap 92.106 perempuan, dan menemukan perempuan dengan payudara besar yang memiliki ukuran cup D atau lebih besar pada usia 20 tahun berisiko sekitar 3 kali lebih tinggi kena diabetes tipe 2 dibanding yang berukuran cup A.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prof Ray menuturkan pubertas adalah suatu periode yang ditandai oleh adanya peningkatan resisten insulin (kondisi yang mana tubuh tidak menyerap glukosa sebagaimana mestinya). Kondisi ini akan menyebabkan kadar gula darah tinggi yang menjadi pemicu untuk diabetes tipe 2.
"Pada remaja yang sehat, kondisi ini akan menghilang setelah pubertas berakhir. Tapi hal ini mungkin menempatkan anak perempuan yang payudaranya lebih menonjol berisiko lebih besar kena diabetes di kemudian hari," ungkapnya.
Manfaat lain yang didapat oleh perempuan dengan payudara kecil cenderung lebih sehat, karena payudara yang kecil memudahkan perempuan untuk mendeteksi gejala awal dari kanker payudara sehingga bisa ditemukan lebih dini dan dapat ditangani.
Sementara itu dalam studi lain yang dilakukan di University of Vienna di Austria peneliti menemukan bahwa payudara besar 24 persen kurang sensitif dibandingkan dengan payudara yang berukuran kecil.
Hal ini karena pada perempuan dengan payudara kecil, saraf yang mentrasmisikan sensasi atau rangsangan dari puting akan lebih meregang. Sedangkan pada payudara besar memiliki lebih banyak jaringan lemak ketimbang jaringan kelenjar (bagian paling sensitif dari payudara).











































