Kamis, 16 Feb 2012 19:02 WIB

Hubungan Intim Seperti Ini Paling Berkualitas dan Sehat

- detikHealth
(Foto: thinkstock) (Foto: thinkstock)
Jakarta - Hubungan seks yang sehat dan baik bisa menyehatkan jiwa dan raga. Dalam sebuah survei, partisipan mengaku ada satu hubungan intim yang paling berkualitas, sehat dan memuaskan. Hubungan intim yang seperti apa?

Ternyata jawabannya, hubungan seks yang dilandasi cinta terbukti memberikan kepuasan seksual yang paling tinggi atau yang paling berkualitas. Hubungan seks yang berkualitas yang dilandasi cinta ini terbukti menyehatkan jiwa dan raga.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pria dan wanita merasa lebih puas ketika berhubungan seks karena dilandasi cinta dan komitmen, bukan untuk keuntungan materi atau untuk mencapai keberhasilan

Dalam penelitian yang dimuat Discovery News, peneliti menggunakan sampel 544 orang mahasiswa pria dan wanita yang aktif secara seksual. Peneliti menemukan bahwa ada sedikit perbedaan dalam kepuasan seksual antara pria dan wanita.

Sekitar 90% peserta penelitian adalah heteroseksual dan diminta menjawab pertanyaan mengenai kepuasan seksual dan motivasi dalam berhubungan seks.

Peneliti mendaftar beragam kemungkinan alasan untuk melakukan seks antara lain karena gairah, balas dendam, mengurangi stres, status sosial, harga diri, orgasme, membakar kalori, mencoba teknik baru, cinta dan komitmen.

Seperti dilansir Times of India, kamis (16/2/2012), peneliti menemukan bahwa cinta dan komitmen adalah alasan yang terbukti memiliki korelasi yang kuat dengan kepuasan seksual bagi pria dan wanita.

Di sisi lain, berhubungan seks dengan alasan harga diri atau demi memperoleh sesuatu, untuk mendapatkan pekerjaan atau untuk mendapatkan obat misalnya, berkaitan dengan kepuasan seksual yang lebih rendah.

Pada perempuan, berhubungan seks untuk kesenangan dan untuk pengungkapan perasaan berkaitan dengan kepuasan seksual yang lebih tinggi. Temuan yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior ini juga menemukan bahwa berhubungan seks untuk mendapatkan pengalaman baru ternyata justru menurunkan kepuasan seksual.





(pah/ir)