Laporan studi yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine menunjukkan asupan vitamin C yang mencapai 1.000 mg per hari bisa mengurangi kemungkinan asam urat hingga 45 persen dibanding dengan orang yang sedikit mengonsumsi vitamin C.
Peneliti dari Amerika Serikat percaya bahwa vitamin C memiliki aksi ganda yaitu berfungsi mengurangi inflamasi atau peradangan serta menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Vitamin C bisa mengurangi frekuensi serangan dan memberikan tingkat perlindungan. Tapi bukan berarti seseorang harus langsung mengonsumsi vitamin C dalam jumlah besar untuk menghilangkan asam urat," ujar rheumatologis Dr Michael Snaith dari UK Gout Society, seperti dikutip dari BBC, Rabu (18/4/2012).
Dr Snaith menyarankan akan lebih bijaksana bagi seseorang untuk memikirkan asupan vitamin C dengan cara mengimbangi makanan serta mengonsumsi air putih yang banyak dan cukup.
Dalam studi ini peneliti melibatkan sekitar 46.994 laki-laki yang dilakukan pada tahun 1986-2006 yang menjadi bagian dari Health Professionals Follow-up Study. Saat awal studi tidak ada 1 pun partisipan yang memiliki riwayat asam urat.
Asupan vitamin C dinilai berdasarkan kuesioner setiap 4 tahun sekali serta dilakukan pula pengukuran asam urat menggunakan kriteria standar dari American College of Rheumatology.
Peneliti mendapatkan ketika tingkat vitamin C meningkat maka risiko terkena asam urat menurun, untuk setiap kenaikan asupan 500 mg asam urat maka risikonya menurun 17 persen. Hasil ini mengindikasikan asupan vitamin C bisa mencegah pengembangan asam urat.










































