1. Lendir manusia
Lendir manusia (foto: Thinkstock)
|
Pada manusia, lendir berfungsi membentuk penghalang kimia dan sering digunakan sebagai pelindung. Secara garis besar, lendir berfungsi sebagai pendukung sistem kekebalan tubuh dan mengikat patogen atau kuman penyebab penyakit.
Pengeluaran lendir pada manusia yang berlebihan bisa dijadikan sebagai pertanda adanya kanker. Beberapa penyakit paru-paru seperti asma, bronkitis dan fibrosis juga telah ditemukan berkaitan dengan pengeluaran mucin yang berlebihan.
2. Lendir Ubur-ubur
Ubur-ubur (foto: Thinkstock)
|
Ilmuwan Jepang bernama Kiminori Ushida menemukan bahwa lendir yang diperoleh dari ubur-ubur sangat berkhasiat digunakan sebagai zat pengenyal dalam kosmetik, bahan makanan dan antibiotik.
Sebuah penelitian lain di Jerman bahkan menemukan bahwa mucin dari ubur-ubur Nomura di Jepang dapat digunakan sebagai tumor marker, yaitu penanda apakah ada sel-sel tumor di dalam tubuh.
3. Lendir Bekicot
Bekicot (foto: Thinkstock)
|
Lendir bekicot dipercaya memiliki khasiat mengencangkan kulit. Lendir bekicot memang sejak lama dipercaya mengandung nutrisi tertentu yang bisa mengatasi efek penuaan, melembabkan kulit serta mengencangkannya.
Kandungan penting yang terdapat dalam lendir bekicot antara lain glycosaminoglycan (GAG) yang mengikat senyawa copper peptida. Secara teori, kedua senyawa ini memang sama-sama bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kelembaban kulit.
4. Lendir Babi
Babi (foto: Thinkstock)
|
Babi banyak dibudidayakan di negara barat sebab hampir semua bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari pembuatan bahan baku kosmetik, parfum, peluru, pasta gigi, obat-obatan dan banyak lagi.
Sebuah penelitian yang dimuat jurnal Biomacromolecules menemukan bahwa kandungan lendir pada perut babi efektif membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bahkan, beberapa ilmuwan berencana menambahkannya ke dalam produk susu formula bayi.
5. Lendir Sapi
Sapi (foto: Thinkstock)
|
Lendir sapi disebut-sebut memiliki khasiat yang serupa dengan lendir babi. Namun pemakaiannya semakin surut setelah maraknya wabah sapi gila beberapa waktu lalu.
Pada manusia, lendir berfungsi membentuk penghalang kimia dan sering digunakan sebagai pelindung. Secara garis besar, lendir berfungsi sebagai pendukung sistem kekebalan tubuh dan mengikat patogen atau kuman penyebab penyakit.
Pengeluaran lendir pada manusia yang berlebihan bisa dijadikan sebagai pertanda adanya kanker. Beberapa penyakit paru-paru seperti asma, bronkitis dan fibrosis juga telah ditemukan berkaitan dengan pengeluaran mucin yang berlebihan.
Ilmuwan Jepang bernama Kiminori Ushida menemukan bahwa lendir yang diperoleh dari ubur-ubur sangat berkhasiat digunakan sebagai zat pengenyal dalam kosmetik, bahan makanan dan antibiotik.
Sebuah penelitian lain di Jerman bahkan menemukan bahwa mucin dari ubur-ubur Nomura di Jepang dapat digunakan sebagai tumor marker, yaitu penanda apakah ada sel-sel tumor di dalam tubuh.
Lendir bekicot dipercaya memiliki khasiat mengencangkan kulit. Lendir bekicot memang sejak lama dipercaya mengandung nutrisi tertentu yang bisa mengatasi efek penuaan, melembabkan kulit serta mengencangkannya.
Kandungan penting yang terdapat dalam lendir bekicot antara lain glycosaminoglycan (GAG) yang mengikat senyawa copper peptida. Secara teori, kedua senyawa ini memang sama-sama bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kelembaban kulit.
Babi banyak dibudidayakan di negara barat sebab hampir semua bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari pembuatan bahan baku kosmetik, parfum, peluru, pasta gigi, obat-obatan dan banyak lagi.
Sebuah penelitian yang dimuat jurnal Biomacromolecules menemukan bahwa kandungan lendir pada perut babi efektif membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bahkan, beberapa ilmuwan berencana menambahkannya ke dalam produk susu formula bayi.
Lendir sapi disebut-sebut memiliki khasiat yang serupa dengan lendir babi. Namun pemakaiannya semakin surut setelah maraknya wabah sapi gila beberapa waktu lalu.
(pah/ir)