Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti Brazil menuturkan sedot lemak atau liposuction bisa menyebabkan peningkatan lemak di sekitar organ-organ di perut. Tapi dengan melakukan latihan berkelanjutan maka efek ini bisa dihilangkan.
Dalam studi tersebut perempuan yang memiliki sedot lemak pada perutnya tapi tidak rutin melakukan olahraga setelah operasi justru mengalami peningkatan lemak visceral (lemak yang disimpan di sekitar organ perut) sekitar 6 bulan setelah operasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasien harus diberitahu tentang kemungkinan adanya lemak visceral yang meningkat sebagai kompensasinya dan risiko terkait dengan prosedur sedot lemak," ujar peneliti dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, seperti dikutip dari MSNBC, Sabtu (16/6/2012).
Selain itu peneliti dari University of Sao Paulo mengungkapkan ahli kesehatan juga dianjurkan untuk merekomendasikan latihan atau olahraga sebagai intervensi setelah operasi sedot lemak.
Studi ini melibatkan 36 partisipan perempuan yang memiliki berat badan normal dan melakukan sedot lemak pada perutnya. Lalu secara acak partisipan ada yang diminta melakukan olahraga setelah operasi tapi ada juga yang tidak.
Peserta yang tidak olahraga mengalami peningkatan 10 persen lemak visceral dibanding dengan kelompok yang olahraga. Tidak jelas mengapa sedot lemak menyebabkan peningkatan lemak di bagian tubuh lain, tapi bisa jadi akibat penurunan pengeluaran energi setelah operasi.










































