Berdasarkan penelitian, sebanyak 75 persen dari peserta studi yang sebelumnya diminta untuk menahan lapar hingga 18 jam, lebih memilih makanan yang bertepung seperti kentang goreng atau berprotein seperti ayam daripada sayuran.
Sebaliknya, peserta studi yang tidak diminta berpuasa selama 18 jam lebih memilih makan sayuran. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Archives of Internal Medicine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Brian Wansink, kepala badan Food and Brand Lab di Cornell University, melakukan studi terbaru terhadap 128 mahasiswa yang dipilih secara acak. Peserta juga diminta untuk berpuasa selama 18 jam sebelum diadakan pengujian terhadap makanan yang akan dipilihnya.
Para peserta kemudian dihadapkan pada makan siang prasmanan dan kebanyakan mengambil dua jenis makanan bertepung (roti dan kentang goreng), dua protein (ayam dan keju) serta dua sayuran (wortel dan buncis). Peneliti menyediakan kamera video pada ruang makan tersebut untuk merekam urutan makanan yang akan dimakan oleh peserta.
Hasilnya, sebanyak 35 persen peserta memulai makan makanan bertepung, kemudian makanan berprotein dan yang terakhir adalah sayuran.
Penemuan ini dapat menjadi referensi untuk penyedia makanan di rumah sakit untuk membuat makanan bagi pasien yang harus berpuasa karena proses operasi, untuk mengurangi porsi makanan bertepung dan menambahkan makanan sehat.
(ir/ir)











































