Langkah yang Harus Dilakukan Saat Kena Serangan Jantung

Langkah yang Harus Dilakukan Saat Kena Serangan Jantung

- detikHealth
Selasa, 17 Jul 2012 16:02 WIB
Langkah yang Harus Dilakukan Saat Kena Serangan Jantung
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta -

1. Kenali gejala awal serangan jantung

ilustrasi (foto: Thinkstock)
Gejala klasik dari serangan jantung akut adalah tekanan atau nyeri yang intens di dada dan seringkali menjalar ke rahang atau lengan kiri. Biasanya juga disertai dengan keluar banyak keringat dingin atau rasa ketakutan yang mencekam.

Terkadang rasa tak nyaman yang dirasakan relatif ringan dan dialami di punggung, perut, bahu, atau lengan. Tiba-tiba, penderita mengalami sesak napas, mual dan muntah, atau hanya rasa mulas. Gejala yang tidak umum ini lebih sering dialami wanita.

2. Bersiap jika sewaktu-waktu terjadi serangan

ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jika memiliki riwayat masalah jantung, bawalah obat resep dokter dan aspirin setiap saat. Jika menggunakan tabung oksigen, selalu bawa agar tak sulit mencari. Bawa juga kartu di dompet yang berisi daftar obat yang diresepkan dan obat yang menyebabkan alergi untuk membantu tim medis memberikan penanganan. Jangan lupa selalu membawa ponsel agar mudah memanggil bantuan.

3. Segera panggil bantuan

ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jika mengalami gejala yang diduga serangan jantung, terutama apabila memiliki faktor risikonya, segera hentikan segala aktifitas dan panggil bantuan medis. Pinggirkan mobil jika sedang menyetir atau duduk sejenak jika sedang berjalan. Biasanya yang paling aman adalah menelepon ambulans.

Sekitar 90% orang yang menderita serangan jantung dapat bertahan hidup jika berhasil tiba di rumah sakit dalam keadaan hidup. Jika tidak bisa mendapat layanan medis, segera cari bantuan orang lain untuk membawa ke sana.

4. Mengunyah aspirin sambil menunggu bantuan datang

ilustrasi (foto: Thinkstock)
Sambil menunggu bantuan datang, kunyahlah aspirin (162 mg - 325 mg) untuk membantu mencegah pembekuan darah lebih lanjut. Aspirin yang dikunyah lebih cepat masuk dalam aliran darah daripada aspirin yang diminum. Aspirin biasa lebih manjur dibanding enterik berlapis atau buffered aspirin. Sebisa mungkin, hancurkan tablet sebelum ditelan.

5. Pengobatan lain selain aspirin

ilustrasi (foto: Thinkstock)
Aspirin dapat memperburuk beberapa kondisi, jadi tanyakan dulu kepada dokter apakah aspirin cukup aman diminum. Jika pasien telah diresepkan obat nitrat, segera minum obatnya. Jika membawa tangki oksigen, gunakan segera begitu merasakan serangan jantung.

6. Hentikan aktifitas dan tetap tenang

ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jika tidak bisa mendapat bantuan medis dengan cepat, cobalah untuk tetap tenang, hentikan segala aktifitas dan jangan lakukan banyak gerakan. Banyak bergerak dapat memperburuk kerusakan tubuh akibat serangan jantung.

Jika bisa bertahan dari serangan jantung, patuhi saran dokter untuk pemulihan. Perawatan jangka pendek penting untuk meminimalkan kerusakan. Perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut atau serangan jantung kedua.
Halaman 2 dari 7
Gejala klasik dari serangan jantung akut adalah tekanan atau nyeri yang intens di dada dan seringkali menjalar ke rahang atau lengan kiri. Biasanya juga disertai dengan keluar banyak keringat dingin atau rasa ketakutan yang mencekam.

Terkadang rasa tak nyaman yang dirasakan relatif ringan dan dialami di punggung, perut, bahu, atau lengan. Tiba-tiba, penderita mengalami sesak napas, mual dan muntah, atau hanya rasa mulas. Gejala yang tidak umum ini lebih sering dialami wanita.

Jika memiliki riwayat masalah jantung, bawalah obat resep dokter dan aspirin setiap saat. Jika menggunakan tabung oksigen, selalu bawa agar tak sulit mencari. Bawa juga kartu di dompet yang berisi daftar obat yang diresepkan dan obat yang menyebabkan alergi untuk membantu tim medis memberikan penanganan. Jangan lupa selalu membawa ponsel agar mudah memanggil bantuan.

Jika mengalami gejala yang diduga serangan jantung, terutama apabila memiliki faktor risikonya, segera hentikan segala aktifitas dan panggil bantuan medis. Pinggirkan mobil jika sedang menyetir atau duduk sejenak jika sedang berjalan. Biasanya yang paling aman adalah menelepon ambulans.

Sekitar 90% orang yang menderita serangan jantung dapat bertahan hidup jika berhasil tiba di rumah sakit dalam keadaan hidup. Jika tidak bisa mendapat layanan medis, segera cari bantuan orang lain untuk membawa ke sana.

Sambil menunggu bantuan datang, kunyahlah aspirin (162 mg - 325 mg) untuk membantu mencegah pembekuan darah lebih lanjut. Aspirin yang dikunyah lebih cepat masuk dalam aliran darah daripada aspirin yang diminum. Aspirin biasa lebih manjur dibanding enterik berlapis atau buffered aspirin. Sebisa mungkin, hancurkan tablet sebelum ditelan.

Aspirin dapat memperburuk beberapa kondisi, jadi tanyakan dulu kepada dokter apakah aspirin cukup aman diminum. Jika pasien telah diresepkan obat nitrat, segera minum obatnya. Jika membawa tangki oksigen, gunakan segera begitu merasakan serangan jantung.

Jika tidak bisa mendapat bantuan medis dengan cepat, cobalah untuk tetap tenang, hentikan segala aktifitas dan jangan lakukan banyak gerakan. Banyak bergerak dapat memperburuk kerusakan tubuh akibat serangan jantung.

Jika bisa bertahan dari serangan jantung, patuhi saran dokter untuk pemulihan. Perawatan jangka pendek penting untuk meminimalkan kerusakan. Perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut atau serangan jantung kedua.

(pah/ir)

Berita Terkait