Selasa, 04 Sep 2012 14:24 WIB

Sehat Tidaknya Keluarga itu Bergantung pada Ayah

- detikHealth
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ayah adalah komponen utama dalam sebuah keluarga. Tugasnya pun tak main-main karena ayah bertanggung jawab memenuhi seluruh kebutuhan keluarga. Jangan heran jika hal ini justru mendorong para ayah untuk melupakan kondisinya sendiri.

Oleh karena itu sebagai bentuk apresiasi terhadap ayah maka Dr. Graeme Washer, direktur medis dari Men's Health Trust New Zealand merekomendasikan check-up rutin untuk melihat kondisi kesehatan ayah secara menyeluruh.

"Masalahnya pria muda takkan mudah jatuh sakit, kecuali mereka melakukan sesuatu yang gila saat berolahraga dan mencederai dirinya sendiri tapi mereka juga jarang mengunjungi dokter dan tak memiliki koneksi dengan fasilitas pelayanan kesehatan sama sekali. Hanya saja ketika menginjak usia 40 tahun, mereka takkan tahan banting lagi," terang Washer.

Washer pun mendorong para ayah untuk rutin membawa anak-anaknya ke dokter. Selain untuk melatih anak-anaknya agar terbiasa dengan dokter dan fasilitas kesehatan, di balik itu ayah perlu membiasakan dirinya sendiri dengan fasilitas kesehatan sebelum nantinya mereka sendiri yang memerlukannya.

Selain itu, upaya pencegahan seperti diet dan olahraga juga memainkan peranan penting. "Olahraga adalah cara terbaik untuk mengurangi tekanan emosi dan mental, terutama ketika dilakukan di luar rumah pada siang hari. Metode ini juga saya sarankan pada pasien saya yang mengalami masalah emosi atau tertekan," ungkap Washer seperti dilansir dari nzherald, Selasa (4/9/2012).

Jika tak bisa membujuk ayahnya, si anak dapat didorong untuk melatih ayahnya hidup sehat karena menurut Washer kondisi kesehatan ayah itu bukan semata milik si ayah tapi seluruh anggota keluarga. Wajar jika seluruh anggota keluarga bertanggung jawab terhadap gaya hidup sehat si ayah, begitu juga sebaliknya.

Sama halnya ketika si ayah kedapatan memiliki pola makan yang berantakan maka ajaklah dia bertemu dengan seorang pakar nutrisi. Kalau ayah tak ada waktu, datangi pakar nutrisi itu dan mintalah saran untuk memperbaiki pola makan si ayah misalnya dengan menyiapkan roti yang ditaburi biji chia atau menambahkan serat ke dalam sereal untuk sarapan ayah.

Pakar nutrisi Olivia Green pun menyarankan tomat sebagai makanan yang sempurna untuk ayah. "Tomat itu makanan yang fantastis bagi pria yang ingin menurunkan risiko kanker prostat dan kanker lainnya serta meningkatkan kesehatan kardiovaskularnya. Selain mengandung banyak vitamin, mineral dan fitonutrien, kandungan likopennya yang sangat tinggi berperan penting dalam mencegah kanker, khususnya kanker prostat," jelasnya.

Selain itu, cara termudah untuk menjaga kesehatan ayah adalah memberinya 'ruang' dan membiarkannya seorang diri selama sedikitnya 30 menit sehari. Lalu jika Anda ingin ayah tak terus-terusan stres, buatlah dia tertawa setiap hari.

Para ayah juga perlu melatih pikirannya dengan mendorong mereka terlibat dalam sebuah proyek sosial seperti pembangunan sekolah atau rumah ibadah. Mempelajari keterampilan baru dengan mengambil kursus juga bisa membantunya agar tetap fit, luar dan dalam.

(ir/ir)