6 Cara Alami Agar Tak Sering-sering Kentut

6 Cara Alami Agar Tak Sering-sering Kentut

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Rabu, 26 Sep 2012 16:02 WIB
6 Cara Alami Agar Tak Sering-sering Kentut
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta -

Beraroma dan berbunyi namun tak berwujud, itulah kentut. Tak ada orang yang menyukai kentut kecuali orang yang membuangnya sendiri. Oleh karena itu, kentut bisa jadi hal yang memalukan jika dilakukan di depan umum. Sebenarnya ada cara-cara sederhana untuk mengurangi gas di dalam perut.

Kentut merupakan produk alami dari proses pencernaan. Gas yang diramu di dalam usus ini merupakan campuran dari oksigen, nitrogen, hidrogen, karbon dioksida dan metana. Rata-rata manusia memproduksi antara 1 - 4 liter gas usus setiap hari dan meluncurkan gas sekitar 14 kali dalam sehari.

Agar tak sering kentut, ada beberapa cara sederhana seperti dilansir Fox News, Rabu (26/9/2012):

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kunyah Makanan Baik-baik

ilustrasi (foto: Thinkstock)
Mengunyah makanan dengan baik akan membuat makanan menjadi bagian yang lebih halus dan mudah dicerna enzim pencernaan. Jika mengunyah karbohidrat dengan baik, enzim pencerna pati yang diproduksi di mulut akan membantu memecah makanan lebih efektif.

2. Atur Pola Makan

ilustrasi (foto: Thinkstock)
Makanan yang dimakan banyak mempengaruhi seberapa banyak dan seberapa bau gas yang dikeluarkan tubuh. Karbohidrat yang mengandung gula alami akan memicu gas, sedangkan protein dan lemak tidak.

Mengonsumsi makanan manis setelah makan protein dapat memicu penumpukan gas pencernaan. Penyebabnya karena protein dicerna lebih lambat dari gula. Ketika gula ada di atas protein, gula yang dicerna lebih cepat akan terfermentasi.

3. Konsumsi Probiotik

ilustrasi (foto: Thinkstock)
Probiotik adalah bakteri yang penting untuk kesehatan usus. Ada banyak obat yang dapat membunuh bakteri dalam usus, misalnya antibiotik. Oleh karena itu, penting untuk mengisi ulang bakteri-bakteri baik. Probiotik dapat diperoleh dari yogurt.

4. Minum Teh Peppermint

ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jika sering buang angin setelah makan, salah satu obat sederhana adalah minum secangkir teh peppermint setelah makan. Cara ini sering bermanfaat mengurangi produksi gas. Sebaiknya pilih teh organik bila memungkinkan.

5. Jamu Pahit dan Rempah-rempah

ilustrasi (foto: Thinkstock)
Formulasi herbal pahit yang berisi campuran tanaman artichoke dan gentian dapat meningkatkan produksi cairan pencernaan dan meningkatkan efisiensi sistem pencernaan. Ramuan ini telah digunakan selama berabad-abad untuk membantu pencernaan dan mengurangi gas pencernaan.

Rempah-rempah juga dapat menetralisir gas karena kandungan komponen aromatiknya yang membantu pencernaan. Kapulaga, jintan, adas manis dan adas dapat membantu untuk mengurangi gas di usus.

6. Minum Enzim Pencernaan

ilustrasi (foto: Thinkstock)
Enzim pencernaan dapat membantu memecah dan mencerna makanan. Suplemen ini mengandung zat yang diproduksi tubuh untuk memecah makanan secara efisien. Seringkali karena stres dan obat-obatan, tubuh kurang cukup memproduksi enzim. Beberapa perusahaan farmasi membuat produk enzim pencernaan yang cukup bagus.
Halaman 2 dari 7
Mengunyah makanan dengan baik akan membuat makanan menjadi bagian yang lebih halus dan mudah dicerna enzim pencernaan. Jika mengunyah karbohidrat dengan baik, enzim pencerna pati yang diproduksi di mulut akan membantu memecah makanan lebih efektif.

Makanan yang dimakan banyak mempengaruhi seberapa banyak dan seberapa bau gas yang dikeluarkan tubuh. Karbohidrat yang mengandung gula alami akan memicu gas, sedangkan protein dan lemak tidak.

Mengonsumsi makanan manis setelah makan protein dapat memicu penumpukan gas pencernaan. Penyebabnya karena protein dicerna lebih lambat dari gula. Ketika gula ada di atas protein, gula yang dicerna lebih cepat akan terfermentasi.

Probiotik adalah bakteri yang penting untuk kesehatan usus. Ada banyak obat yang dapat membunuh bakteri dalam usus, misalnya antibiotik. Oleh karena itu, penting untuk mengisi ulang bakteri-bakteri baik. Probiotik dapat diperoleh dari yogurt.

Jika sering buang angin setelah makan, salah satu obat sederhana adalah minum secangkir teh peppermint setelah makan. Cara ini sering bermanfaat mengurangi produksi gas. Sebaiknya pilih teh organik bila memungkinkan.

Formulasi herbal pahit yang berisi campuran tanaman artichoke dan gentian dapat meningkatkan produksi cairan pencernaan dan meningkatkan efisiensi sistem pencernaan. Ramuan ini telah digunakan selama berabad-abad untuk membantu pencernaan dan mengurangi gas pencernaan.

Rempah-rempah juga dapat menetralisir gas karena kandungan komponen aromatiknya yang membantu pencernaan. Kapulaga, jintan, adas manis dan adas dapat membantu untuk mengurangi gas di usus.

Enzim pencernaan dapat membantu memecah dan mencerna makanan. Suplemen ini mengandung zat yang diproduksi tubuh untuk memecah makanan secara efisien. Seringkali karena stres dan obat-obatan, tubuh kurang cukup memproduksi enzim. Beberapa perusahaan farmasi membuat produk enzim pencernaan yang cukup bagus.

(pah/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads