Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Physiology tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan antara lain sebagai berikut:
1. Aerobik saja maupun aerobik yang dikombinasikan dengan latihan ketahanan (resistance training) menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan hanya latihan ketahanan saja. Latihan ketahanan malah cenderung meningkatkan berat badan karena massa ototnya bertambah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan ini menunjukkan bahwa masing-masing jenis olahraga punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihan sebaiknya dijatuhkan berdasarkan tujuan berolahraga, serta ketersediaan waktu untuk bisa melakukannya secara rutin dan berkelanjutan.
"Jika meningkatkan massa dan kekuatan otot adalah tujuannya, maka latihan ketahanan lebih dibutuhkan. Tapi mayoritas orang Amerika bisa mendapatkan manfaat kesehatan dengan menurunkan berat badan dan mengurangi lemak. Pilihan terbaik pada kasus ini, dengan mempertimbangkan waktu yang sedikit, adalah fokus pada aerobik," kata Leslie H Willis dari Duke University yang melakukan penelitian tersebut seperti dikutip dari Sciencedaily, Jumat (4/1/2013).
Penelitian yang melibatkan 234 orang yang semula gemuk dengan usia antara 18-70 tahun ini berlangsung selama 8 bulan. Partisipan dibagi menjadi 3 kelompok, yakni kelompok aerobik saja, kombinasi aerobik dan latihan ketahanan serta latihan ketahanan saja.
Latihan aerobik dilakukan dengan intensitas sedang yakni hingga denyut jantungnya mencapai 70-85 persen dari angka maksimumnya. Dalam sepekan, partisipan melakukannya secara rutin di bawan pengawasan supervisor sebanyak 3 sesi masing-masing selama 45 menit.
(up/vit)










































