Aktivitas fisik telah dikaitkan dengan rendahnya risiko stroke yang disebabkan oleh penimbunan plak dalam arteri atau pecahnya pembuluh darah di otak. Para ahli kesehatan menyarankan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas yang sedang dan teratur baik untuk kesehatan dan dapat menjauhkan Anda dari ancaman stroke.
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Spanyol menunjukkan bahwa wanita yang berjalan cepat dengan total waktu 3,5 jam atau lebih dalam seminggu memiliki risiko stroke yang lebih rendah dibandingkan wanita yang tidak aktif atau latihan dalam intensitas waktu yang lebih singkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta penelitian diperiksa secara berkala selama periode 12 tahun masa studi untuk merekam setiap gejala stroke yang muncul. Hasilnya diketahui bahwa sekitar 442 orang menunjukkan adanya tanda-tanda stroke.
Berdasarkan studi tersebut diketahui pula bahwa wanita yang aktif berjalan kaki mengalami penurunan risiko stroke hingga 43 persen dibandingkan dengan kelompok wanita yang tidak aktif. Namun tidak tampak pengurangan risiko serupa pada kelompok pria.
"Alasan mengapa manfaat berjalan kaki terhadap stroke lebih banyak dirasakan oleh wanita daripada pria belum memiliki penjelasan yang jelas. Pria mungkin telah memiliki kondisi fisik yang lebih baik daripada wanita, tetapi tidak ada bukti untuk mendukung dugaan tersebut," jelas Huerta, seperti dilansir foxnews, Jumat (4/1/2013).
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Stroke. WHO pun merekomendasikan para wanita untuk berolahraga ringan seperti jalan cepat setidaknya 150 menit atau 2,5 jam setiap minggu untuk mencegah stroke.
(/)










































