1. Makan
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Bagi banyak perokok, sebatang rokok setelah makan adalah kenikmatan yang tidak tertandingi. Tangan rasanya gatal untuk segera mencari korek setelah meletakkan sendok garpu. Nah, untuk mencegah kebiasaan ini kumat lagi, segeralah beranjak dari meja makan begitu santapan dihabiskan. Lakukan aktivitas yang bisa mengalihkan perhatian, misalnya jalan-jalan.
2. Minum kopi
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Kombinasi kopi dan rokok merupakan gaya hidup yang sering tampil dalam tayangan film atau video klip zaman dahulu. Penelitian tahun 2007 bahkan membenarkan bahwa kopi meningkatkan cita rasa tembakau. Untuk mencegah rokok setelah minum kopi, ganti saja kebiasaannya. Cari coffee shop yang baru, minum kopi lebih siang dari biasanya atau ganti sekalian dengan minuman lain.
3. Minum alkohol
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Sama halnya dengan kopi, kombinasi rokok dengan alkohol juiga dianggap cukup seksi di kalangan perokok. Menurut penelitian, keduanya juga bisa saling menguatkan rasa. Untuk menghindarinya, hentikan juga kebiasaan minum alkohol setelah bisa berhenti merokok. Baru setelah beberapa bulan, biasanya secangkir dua cangkir anggur sudah tak memicu ketagihan rokok.
4. Stres
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Meski sebenarnya rokok bisa meningkatkan penanda stres secara fisik, nyatanya banyak perokok menghisap asap tembakau dengan alasan meredakan stres. Untuk mengatasinya sudah tentu dengan menghindari stres. Yoga dan meditasi terbukti mampu meningkatkan keberhasilan upaya berhenti merokok. Hindari juga pertengkaran tidak perlu dengan rekan kerja.
5. Menyetir mobil
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Merokok di belakang setir atau kemudi memang tampak gagak, segagah sopir kopaja atau metromini. Apalagi jika terjebak macet, maka rokok dianggap sebagai penangkal stres yang ampuh. Untuk mengatasinya, ganti kebiasaan merokok dengan mengunyah permen karet. Sama-sama bisa meredakan stres. Jika mungkin, hilangkan juga pemantik rokok di mobil.
6. Bertemu para perokok
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Menghindari pertemuan dengan para perokok kadang sulit dilakukan, sebab perokok ada di hampir di setiap tempat. Jika menghindar begitu saja, kadang dibilang kurang sopan. Solusinya, jangan ambil pusing. Hindari saja, toh bukan hanya orang dan perilakunya saja tetapi asap rokoknya juga berbahaya bagi kesehatan.
Bagi banyak perokok, sebatang rokok setelah makan adalah kenikmatan yang tidak tertandingi. Tangan rasanya gatal untuk segera mencari korek setelah meletakkan sendok garpu. Nah, untuk mencegah kebiasaan ini kumat lagi, segeralah beranjak dari meja makan begitu santapan dihabiskan. Lakukan aktivitas yang bisa mengalihkan perhatian, misalnya jalan-jalan.
Kombinasi kopi dan rokok merupakan gaya hidup yang sering tampil dalam tayangan film atau video klip zaman dahulu. Penelitian tahun 2007 bahkan membenarkan bahwa kopi meningkatkan cita rasa tembakau. Untuk mencegah rokok setelah minum kopi, ganti saja kebiasaannya. Cari coffee shop yang baru, minum kopi lebih siang dari biasanya atau ganti sekalian dengan minuman lain.
Sama halnya dengan kopi, kombinasi rokok dengan alkohol juiga dianggap cukup seksi di kalangan perokok. Menurut penelitian, keduanya juga bisa saling menguatkan rasa. Untuk menghindarinya, hentikan juga kebiasaan minum alkohol setelah bisa berhenti merokok. Baru setelah beberapa bulan, biasanya secangkir dua cangkir anggur sudah tak memicu ketagihan rokok.
Meski sebenarnya rokok bisa meningkatkan penanda stres secara fisik, nyatanya banyak perokok menghisap asap tembakau dengan alasan meredakan stres. Untuk mengatasinya sudah tentu dengan menghindari stres. Yoga dan meditasi terbukti mampu meningkatkan keberhasilan upaya berhenti merokok. Hindari juga pertengkaran tidak perlu dengan rekan kerja.
Merokok di belakang setir atau kemudi memang tampak gagak, segagah sopir kopaja atau metromini. Apalagi jika terjebak macet, maka rokok dianggap sebagai penangkal stres yang ampuh. Untuk mengatasinya, ganti kebiasaan merokok dengan mengunyah permen karet. Sama-sama bisa meredakan stres. Jika mungkin, hilangkan juga pemantik rokok di mobil.
Menghindari pertemuan dengan para perokok kadang sulit dilakukan, sebab perokok ada di hampir di setiap tempat. Jika menghindar begitu saja, kadang dibilang kurang sopan. Solusinya, jangan ambil pusing. Hindari saja, toh bukan hanya orang dan perilakunya saja tetapi asap rokoknya juga berbahaya bagi kesehatan.
(up/vit)