Peneliti dari University of Oxford Inggris menemukan bahwa risiko penyakit jantung koroner (CHD) meningkat tak hanya karena usia tapi juga penambahan indeks massa tubuh (body mass index atau BMI) pada seseorang.
Bahkan menurut peneliti peningkatan kecil dari BMI saja sudah mampu berkontribusi terhadap peningkatan risiko jantung koroner, meskipun yang bersangkutan tidak dikatakan obesitas atau kegemukan.
Setelah mengamati kondisi kesehatan 1,2 juta wanita di Inggris dan Skotlandia selama lebih dari satu dekade, peneliti menyimpulkan untuk setiap penambahan BMI sebanyak lima unit pada wanita, risiko penyakit jantung koronernya meningkat hingga 23 persen. Risiko ini setara dengan dampak penuaan terhadap jantung selama 2,5 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Risiko jantung koronernya meningkat hanya karena peningkatan BMI yang kecil dan risiko ini tak hanya terlihat pada wanita yang paling gemuk tapi juga wanita yang tak tergolong ke dalam obesitas sekalipun," ungkap peneliti Dr. Dexter Canoy seperti dilansir Daily Mail, Jumat (5/4/2013).
"Untuk itu perubahan kecil pada BMI dibarengi dengan gaya hidup yang sehat seperti tidak merokok, menghindari alkohol dan rutin berolahraga dapat berpotensi mencegah terjadinya jantung koroner bagi banyak orang," tambahnya.
Studi lain juga menemukan pekerja kantoran berisiko tinggi mengidap sejumlah penyakit kronis seperti kanker, diabetes dan gangguan jantung hanya dengan duduk selama 6-8 jam tanpa jeda, tak peduli pria maupun wanita.
(/)











































